Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:04 WIB
Presiden ke-7 Jokowi saat ditemui. (Suara.com/Ari Welianto).
Baca 10 detik
  • Joko Widodo menyatakan tuduhan ijazah palsu terhadap dirinya dan Gibran merupakan operasi politik penumpang gelap.
  • Pernyataan tersebut disampaikan mantan presiden pada Jumat, 16 Oktober 2026, menanggapi kasus yang masuk persidangan.
  • Joko Widodo menilai aksi itu bertujuan untuk menurunkan reputasi politik seseorang serta mengalihkan isu penting.

SuaraSurakarta.id - Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menegaskan ini ada operasi politik dan penumpang gelap lagi dalam kasus tuduhan ijazah palsu yang sedang berkembang saat ini.

"Ya kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali," terangnya saat ditemui, Jumat (16/10/2026).

Meski demikian, Jokowi tidak mempermasalahkan itu. Jokowi pun bersikap santai adanya tudingan ijazah palsu.

"Tapi, ya buat saya biasa saja," jelas mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini.

Ketika ditanya soal isu tersebut  berpotensi membuat persoalan lain yang lebih genting tertutupi, Jokowi menyebut kalay itu bisa saja terjadi.

“Ya bisa saja seperti itu, bisa saja memang sekali lagi operasi politik untuk men-down grade reputasi politik seseorang,” papar dia.

Saat singgung operasi politik yang dimaksud menyasar dirinya atau Gibran, Jokowi menjawab, “Ya dua-duanya bisa,” tandasnya.

Seperti diketahui, ijazah kuliah Jokowi dituding palsu hingga kasus tersebut masuk ke persidangan.

Tidak hanya itu, ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga dipersoalkan. 

Baca Juga: Usai Tunjukan KTA, Jokowi Tegaskan Serius Besarkan PSI

Kontributor : Ari Welianto

Load More