Budi Arista Romadhoni
Senin, 21 September 2026 | 14:55 WIB
Menteri Perdagangan Budi Santoso saat menunjukan ompreng di SPPG Semanggi 2 Kota Solo yang disegel 360 derajat. [Suara.com/Ari Welianto]
Baca 10 detik
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso melakukan sidak di SPPG Semanggi 2 Kota Solo pada Senin, 21 September 2026.
  • SPPG Modern Semanggi 2 menerapkan penyinaran ultraviolet dan penyegelan plastik pada ompreng untuk memastikan kebebasan dari bakteri.
  • Penerapan standar keamanan pangan tersebut bertujuan menjamin kesehatan makanan program makan bergizi gratis hingga diterima anak-anak.

SuaraSurakarta.id - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Modern Semanggi 2 Kota Solo membuat langkah baru dengan melakukan packaging pada ompreng dalam program makan bergizi gratis (MBG).

Tidak hanya itu, tapi juga makanan yang akan disajikan dan ditaruh ke ompreng terlebih dahulu dimasukan ke sealer  untuk dilakukan sinar ultraviolet. 

Hal tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso yang melakukan sidak ke SPPG Semanggi 2 Kota Solo, Senin (21/9/2026).

"Jadi tadi kita melihat ke dalam proses memasaknya, kemudian proses memasukan makanannya ke dalam ompreng. Jadi omprengnya ini setelah selesai masak masuk ke ompreng, lalu ompreng dimasukan ke sealer terus disinar UV segala macam," terangnya saat ditemui, Senin (21/9/2026).

Budi mengatakan ini dilakukan untuk mendeteksi apakah ada bakteri atau tidak. Setelah itu ompreng disegel plastik.

"Jadi setelah dimasukin disegel ini untuk menjamin bahwa ompreng ini dari mulai dimasukan sampai dikonsumsi anak-anak sehat. Bahwa tidak ada yang rusak, kalau sampai plastiknya rusak maka nggak boleh dikonsumsi," ungkap dia.

"Tidak boleh diterima juga. Maka harus kita tarik ulang," lanjutnya. 

Menurutnya langkah ini untuk menjamin bahwa memang benar-benar dari proses masak sampai dikirim itu sehat.

"Bahkan ini dikasih tulisan 'jangan diterima jika segel rusak'. Ini juga ada jamnya baik dikomsumsi sebelum jam 13.00 WIB. Ketentuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan makanan selama proses distribusi," papar dia.

Baca Juga: Solo Diversity Bike 2026: Merawat Kebhinekaan dari Atas Sepeda

Budi menilai prosedur tersebut menunjukkan adanya pengawasan dari proses memasak hingga makanan dikirim kepada penerima manfaat.

Penerapan standar keamanan pangan di SPPG Pasar Kliwon dapat menjadi contoh bagi SPPG lainnya.

"Ini untuk menjamin bahwa proses dari awal sampai akhir sehat. Saya pikir ini tanggung jawab yang luar biasa bagi SPPG. Ini bisa menjadi contoh bagi SPPG yang lain," jelasnya.

Sementara itu Kepala SPPG Semanggi 2 Kota Solo, Diansari kusumadewi mengatakan kalau di sini berbeda dengan SPPG lainnya. Di mana setelah makanan matang itu disinari pakai sinar UV sebelum ditutup omprengnya.

"Setelah ompreng ditutup kami ada mesin sealer, jadinya setelah ditutup nanti dikasih label lalu dikasih sealer. Kalau di SPPG lain mungkin masih adanya label dan segel saja dan itu belum menutupi omprengnya. Kalau di sini omprengnya tertutup 360 derajat jadi dipastikan aman, apabila sudah sampai ke penerima manfaat tapi kalau segelnya sudah rusak itu bisa dikembalikan ke kami," papar dia.

"Jadi semisal ada pencemaran dari luar dan lain sebagainya itu tidak ada kontaminasi. Jadi ini untuk meminimalisir," tandasnya.

Load More