- Wali Kota Solo Respati Ardi resmi menetapkan status tanggap darurat kebakaran TPA Putri Cempo selama empat belas hari.
- Pemerintah Kota Solo berencana mengerahkan helikopter water bombing dari Polda Jawa Tengah pada Jumat pagi untuk memadamkan api.
- Proses pemadaman melibatkan bantuan personel serta armada dari berbagai daerah di Jawa Tengah karena terkendala jangkauan.
SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo Respati Ardi resmi menetapkan status tanggap darurat kasus kebakaran TPA Putri Cempo selama 14 hari ke depan.
Keputusan ini diambil usai Respati Ardi menggelar rapat koordinasi (rakor) darurat penanganan kebakaran TPA Putri Cempo, Kamis (3/9/2026) malam.
Bahkan Respati bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, TNI/Polri, hingga BPBD meninjau langsung lokasi kebakaran usai rapat koordinasi.
"Mulai tanggal 3 September 2026, kita menetapkan Kota Solo dalam status tanggap darurat bencana,” terangnya, Kamis (3/9/2026) malam.
Respati menjelaskan Jumat pagi akan dilakukan pemadaman kebakaran TPA Putri Cempo melalui udara atau water bombing.
"Padamkan Api dengan Water Bombing untuk mempercepat pemadaman, Pemkot menyiapkan water bombing yang rencananya Jumat pagi dengan dukungan Polda Jawa Tengah, apabila kondisi cuaca memungkinkan," jelas dia.
“Besok pagi, kita akan coba menggunakan water bombing bantuan dari Polda Jateng. Saya ucapkan terima kasih kepada Polda dan seluruh stakeholder yang ikut terlibat,” lanjutnya.
Respati mengatakan metode water bombing dipilih karena sebagian titik api berada di bagian dalam TPA. Tidak hanya itu tapi juga sulit dijangkau secara langsung oleh armada pemadam kebakaran.
“Api ini ada di dalam dan sulit dijangkau. Menurut laporan rekan-rekan Damkar dan BPBD, akan lebih efektif apabila besok pagi menggunakan cairan khusus yang dimiliki Damkar,” papar dia.
Baca Juga: Gunungan Sampah di TPA Putri Cempo Terbakar
Respati menyebut keterbatasan jangkauan armada menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.
“Kendalanya jarak. Jarak jangkauan dari armada rekan-rekan Damkar tidak bisa mencapai. Tapi saya rasa dengan gotong royong, dengan kebersamaan dengan seluruh stakeholder, penambahan personel ini insyaallah secepatnya akan selesai," ungkapnya.
Respati menambahkan bantuan armada dan personel pemadam kebakaran juga datang dari sejumlah daerah di Jawa Tengah, di antaranya Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Sragen, Wonogiri, dan Karanganyar hingga Kota dan Kabupaten Semarang serta para relawan.
Ini dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman di area gunungan sampah yang mencakup Blok B, C, dan D,
"Tadi juga ada bantuan dari Kabupaten Semarang, dari Kota Semarang, dari High Pressure, dari Kabupaten Klaten, dan seluruh jajaran Damkar di Jawa Tengah yang membantu, saya ucapkan banyak terima kasih, matur nuwun sangat," tandas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi
-
Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo
-
Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'
-
Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo
-
Demo di Rumah Jokowi, Massa Bawa Spanduk Gibran 'Anak Haram Konstitusi' Tuntut Mundur dari Wapres