- Mahasiswa PPG BK Unisri mengadakan pengabdian masyarakat di Kelurahan Ketelan, Surakarta, pada 22 Agustus 2026.
- Kegiatan itu menyosialisasikan edukasi 3A serta pelatihan ecoprint kepada Karang Taruna dan ibu-ibu Proklim.
- Dosen pembimbing menyatakan program tersebut melatih mahasiswa mengasah kompetensi komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat.
SuaraSurakarta.id - Mahasiswa Kelompok 3 Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Bidang Studi Bimbingan dan Konseling (BK) FKIP Universitas Slamet Riyadi (Unisri) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Ketelan, Banjarsari, Surakarta, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari proyek kepemimpinan mahasiswa tersebut mengusung edukasi 3A, yakni anti kekerasan seksual, anti narkoba, dan anti bullying. Selain sosialisasi, peserta juga mendapatkan pelatihan kreativitas melalui teknik ecoprint.
Kegiatan diikuti sekitar 20 anggota Karang Taruna RW 2 serta sejumlah ibu-ibu anggota Program Kampung Iklim (Proklim) RW 2.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pencegahan berbagai bentuk kekerasan dan perilaku berisiko, tetapi juga mendorong masyarakat mengembangkan kreativitas dengan memanfaatkan bahan-bahan alami.
Dosen pembimbing kegiatan, Dr. Oktiana Handini, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan pengabdian menjadi sarana bagi mahasiswa PPG untuk mengasah kompetensi yang dibutuhkan ketika nantinya terjun sebagai guru.
Menurutnya, calon guru bersertifikat pendidik tidak cukup hanya menguasai kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi dan kerja sama dengan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa PPG dilatih untuk memiliki kemampuan berkreasi, berkomunikasi, dan berkolaborasi dengan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan pelatihan ecoprint yang memberikan pengalaman praktis kepada peserta untuk menghasilkan karya kreatif dengan memanfaatkan unsur-unsur alami.
Selain menjadi kegiatan edukatif, pelatihan tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan kreativitas masyarakat dan pemanfaatan potensi lingkungan secara lebih produktif.
Baca Juga: PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Mahasiswa PPG Unisri Solo Edukasi Karang Taruna soal 3A dan Latih Kreativitas Ecoprint
-
Konflik Keraton Solo Memanas! Kubu PB XIV Purboyo Layangkan Somasi ke Gusti Moeng
-
Senator Arya Wedakarna Serahkan Tongkat Ganesha, Tegaskan Bali di 2029 Dukung Perintah Jokowi
-
BRI Group Raih Enam Penghargaan Global, Kepemimpinan hingga ESG Mendapat Apresiasi
-
Qlola Catat Pertumbuhan Pengguna 42,6 Persen, BRI Hadirkan New Skin