Budi Arista Romadhoni
Selasa, 14 Juli 2026 | 14:54 WIB
Siswa di SDN Cepokosawit 2 Kecamatan Sawit, Boyolali yang hanya dapat satu siswa. [Suara.com/Ari Welianto]
Baca 10 detik
  • SDN Cepokosawit 2 di Boyolali hanya menerima satu siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027 karena terbatasnya populasi anak usia sekolah.
  • Pihak sekolah tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar serta masa pengenalan lingkungan sekolah secara maksimal bagi siswa tersebut.
  • Penurunan jumlah siswa terjadi akibat keberhasilan program keluarga berencana serta adanya tren pemilihan sekolah swasta oleh masyarakat sekitar.

SuaraSurakarta.id - Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cepokosawit 2 Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali hanya mendapatkan satu siswa pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027.

Meski demikian proses pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tetap berjalan. Bahkan proses kegiatan belajar mengajar akan tetap dilakukan.

Wali Kelas 1 Andriyani Mudrikah mengatakan ini jadi pengalaman pertama mengajar hanya satu murid. Kalau tahun lalu mengajar cukup banyak.

"Pengalaman mengajar di kelas 1 yang muridnya hanya satu ini baru tahun ini. Insya allah tetap kami layani dengan sebaik-baiknya, karena kan orang tua sudah menitipkan ke sekolah kami," ujarnya saat ditemui, Selasa (14/6/2026).

"Tahun lalu itu ada enam murid baru di sini," lanjut dia.

Andriyani menyebut meski hanya satu murid namun yang bersangkutan tetap merasa senang dan semangat. Tidak ada rasa takut sama sekali, bahkan bisa berbaur dengan murid lainnya.

"Alhamdulillahnya, Mbak Khanza itu di sini juga anaknya semangat dan berani. Tidak ada rasa takut atau minder, karena punya teman di kelas 2," ungkapnya.

Untuk pembelajarannya, lanjut dia, mungkin nanti proses pembelajarannya akan sesekali akan digabungkan belajar bersama dengan kelas 2.

"Tetap akan maksimal meski hanya satu murid saja, ini sudah jadi komitmen kami. Tetap semangat pastinya, MPLS  juga ada kegiatan dan jadwalnya, yang jelas tidak patah semangat meski satu murid saja," papar dia.

Baca Juga: 5 Fakta Tragedi Sate Maut Boyolali, Seret Sang Menantu Pecandu Judi Online

"Kami juga tetap menguatkan dan memberikan semangat untuk orang tua dan anaknya juga," ucapnya.

Sementara itu Kepala SDN Cepokosawit 2 Boyolali, Arya Dani mengatakan untuk PPDB tahun ini memang hanya dapat satu siswa. Kalau tahun lalu dapat enam siswa, ini tidak kalah SD lainnya.

"Dulu SD sebelah hanya dapat satu siswa dan kita dapat enam siswa. Tapi untuk tahun ini kita memang dapat satu siswa," kata dia.

Arya menjelaskan bukan tanpa alasan kenapa tahun ini hanya dapat satu siswa. Karena di Desa Cepokosawit ini untuk usia anak masuk SD hanya satu orang.

"Kami itu tidak kurang-kurang sudah door to door ibaratnya, sowan ke wali murid, ke masyarakat bahkan ke bapak lurah dan tokoh masyarakat. Kita jalin komunikasi dengan bunda PAUD, kita menjalin kerjasama relasi. Tapi ternyata tahun ini, ya tetap kita syukuri meski mendapatkan satu siswa," paparnya.

"Berapapun jumlah kami tetap bersyukur dan kami selalu bertekad untuk senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik untuk siswa siswi kami. Tetap kami layani MPLSnya," lanjut dia 

Load More