- Polresta Surakarta menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang SPG di pusat perbelanjaan Sami Luwes pada Juni 2026.
- Terduga pelaku dilaporkan merekam bagian intim korban menggunakan telepon genggam secara diam-diam tanpa sepengetahuan korban saat kejadian.
- Penyidik sedang mengumpulkan alat bukti berupa rekaman CCTV serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap motif dan kronologi kasus.
SuaraSurakarta.id - Polresta Solo tengah menangani kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami seorang perempuan berinisial C yang bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) di pusat perbelanjaan Sami Luwes Solo.
Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial.
Kasi Humas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut.
Saat ini, penanganan kasus dilakukan oleh Satuan Reserse PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) dan PPO (Pemberantasan Perdagangan Orang) Polresta Surakarta.
"Satres PPA dan PPO Polresta Solo saat ini sedang menangani dugaan pelecehan yang terjadi pada Sabtu, 13 Juni 2026. Lokasi kejadian berada di pusat perbelanjaan Sami Luwes Solo dengan korban seorang perempuan berinisial C," ujar AKP Lingga Ramadhani, Jumat (19/6/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera melakukan serangkaian penyelidikan dengan mengumpulkan alat bukti, termasuk rekaman CCTV yang ada di lokasi kejadian. Selain itu, sejumlah saksi yang berada di sekitar tempat kejadian juga telah dimintai keterangan.
“Saat ini tim sudah melaksanakan penyelidikan terhadap bukti-bukti CCTV yang ada di lokasi dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di tempat kejadian. Identitas pihak-pihak yang terkait juga sudah diketahui oleh tim Satres PPA dan PPO Polresta Surakarta,” jelasnya.
Berdasarkan hasil analisis awal terhadap rekaman yang diperoleh penyidik, terduga pelaku diduga melakukan perekaman bagian intim korban menggunakan kamera telepon genggam tanpa sepengetahuan korban.
“Dari analisa awal video yang kami peroleh, terduga pelaku melakukan perekaman terhadap bagian intim korban menggunakan handphone secara langsung tanpa diketahui oleh korban,” terang AKP Lingga.
Baca Juga: Polresta Solo Rangkul Seluruh Elemen Silat Soloraya Jaga Keamanan Jelang Pengesahan
Polisi saat ini masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri motif yang melatarbelakangi tindakan terduga pelaku. Penyidik juga akan melakukan langkah-langkah lanjutan guna melengkapi alat bukti dan mengungkap secara utuh kronologi kejadian.
“Motif pelaku masih kami dalami. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah proses penyelidikan dan penyidikan berjalan,” pungkasnya.
Polresta Surakarta menegaskan komitmennya untuk menangani setiap kasus yang berkaitan dengan perlindungan perempuan dan anak secara profesional, transparan, serta sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Jokowi Respon Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa Oleh Polda Metro Jaya, Bakal Hadir di Persidangan
-
Bertahun-tahun Dikeluhkan, Jalan Rusak Parah di Sragen Akhirnya Diperbaiki hingga Rp38,2 Miliar
-
Didit Prabowo Tiba-tiba Temui Jokowi di Solo, Ada Apa?
-
Kritik Pedas Program MBG hingga Koperasi Desa, Mahasiswa Beri Ultimatum 7x24 Jam ke Pemerintah
-
Rismon Sianipar Temui Jokowi di Solo, Bawa Buku 'Otentifikasi Ijazah'