Budi Arista Romadhoni
Rabu, 17 Juni 2026 | 16:49 WIB
Rismon Sianipar saat menunjukan buku 'Monografi Otentikasi Ijazah Joko Widodo'. (Suara.com/Ari Welianto)
Baca 10 detik
  • Ahli forensik digital Rismon Sianipar menemui Joko Widodo di kediamannya di Kota Solo pada Rabu, 17 Juni 2026.
  • Rismon menyerahkan buku berjudul Monografi Otentikasi Ijazah Joko Widodo yang berisi hasil penelitian ilmiah terkait pencocokan citra wajah.
  • Jokowi mendukung rencana Rismon untuk mendistribusikan buku tersebut ke berbagai perpustakaan universitas di Indonesia sebagai bahan kajian akademik.

SuaraSurakarta.id - Ahli Forensik Digital Rismon Sianipar menemui Presiden ke-7 Jokowi di kediaman pribadinya di Jalan Kutai Utara 1 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Rabu (17/6/2026).

Rismon menemui Jokowi didampingi kuasa hukumnya Jahmada Girsang dan 

Ketua Militan Gibran Nusantara Andi Azwan. Mereka bertemu Jokowi sambil membawa buku berjudul 'Monografi Otentikasi Ijazah Joko Widodo'.

Bahkan Jokowi menandatangani buku tulisan Rismon Sianipar tersebut. 

"Sebagai rasa berterima kasih saya pada kebesaran hati Pak Jokowi, bahwa saya selama ini big mistake (kesalahan besar) dan saya memperbaikinya sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Saya hanya tunduk sebagai kaidah-kaidah ilmiah. Saya luruskan, ini akan diterbitkan dan akan didistribusikan ke seluruh perpustakaan di Indonesia sebagai pertanggungjawaban saya kepada dunia penelitian," terangnya saat ditemui, Rabu (17/6/2026).

Rismon menyebut bahwa ini semata-mata adalah karya yang tunduk pada kaidah-kaidah ilmiah, ini pertanggungjawaban kepada publik.

Bukan tunduk pada afiliasi politik, kebencian, ketidaksukaan, kesukaan, dan segala macam.

"Jadi pertanggungjawaban saya ya kepada publik. Terutama publik yang memiliki kajian yang relevan dengan kajian saya yaitu di teknik elektro, di teknik informatika. Sehingga ketika ini didistribusikan ke perpustakaan di seluruh universitas di Indonesia. Maka ini akan menjadi objek kajian mereka.  bukan menjadi bahan bulyan, bahan apa segala macam di media sosial," papar dia.

"Yang paling melekat, kita tempatkan buku ini di komunitas ilmiah sesuai dengan relevansinya. Supaya ini diselesaikan di dunia akademik juga," lanjutnya.

Baca Juga: Jokowi Siap Keliling Indonesia, Ini Daerah yang akan Dikunjungi Pertama

Dalam buku ini, lanjut dia, ada pencocokan citra wajah Jokowi. Itu berada di bab 10 di buku ini.

"Bagaimana analisa saya, foto Pak Jokowi muda pada saat di ijazah tersebut. Dengan Pak Jokowi setelah jadi presiden 30 atau 40 tahun ke depan, pencocokan nya bagaimana pakai art face. Saya bandingkan juga foto Pak Prabowo waktu muda dengan ketika jadi presiden 40 tahun kemudian," ungkap dia.

Menurutnya ada lebih 80 kajian yang ditulis dalam buku ini. Bahkan ada juga foto-foto publik figura terkenal di dalamnya.

"Di situ juga saya uji coba untuk foto-foto yang orang-orang yang renown ya. Orang-orang publik figure yang sudah dikenal di Indonesia. Seperti foto muda dan dibandingkan dengan foto versi 30 tahun kemudian. Ada Pak SBY, Pak Luhut Binsar, Pak Anis Baswedan, dan Bu Megawati. Jadi sesuai rentangnya ya," katanya.

Rismon mengatakan tadi sempat menerangkan isi buku ini ke beliau dan ditandatangani. Beliau sangat mendukung buku ini, apalagi terkait rencana akan disebar luaskan ke berbagai universitas.

"Tadi saya sempat menerangkan buku ini, Pak Jokowi sangat berlapang dada dan mendukung gagasan bahwa ini akan disebarkan ke perpustakaan-perpustakaan di seluruh Indonesia terutama beda buku prioritas di UGM dulu," ujar dia.

Load More