- Dua kubu di Keraton Kasunanan Surakarta akan menyelenggarakan tradisi Grebeg Besar secara terpisah pada tanggal 27 dan 28 Mei 2026.
- Kubu Sinuhun PB XIV Purboyo melaksanakan prosesi pada hari Idul Adha sesuai tradisi dan penanggalan Jawa yang berlaku di keraton.
- Kubu KGPHPA Tedjowulan menjadwalkan prosesi sehari setelahnya, yang kembali menunjukkan adanya dualisme kepemimpinan di dalam internal Keraton Surakarta tersebut.
SuaraSurakarta.id - Tradisi Grebeg Besar Idul Adha di Keraton Kasunanan Surakarta tahun ini dipastikan berlangsung dua kali. Dua kubu di internal keraton, yakni kubu Sinuhun PB XIV Purboyo dan kubu KGPHPA Tedjowulan, sama-sama berencana menggelar prosesi Grebeg Besar secara terpisah.
Situasi ini kembali memperlihatkan belum meredanya konflik internal di tubuh Keraton Solo yang sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
Kubu PB XIV Purboyo dijadwalkan menggelar Grebeg Besar pada Rabu (27/5/2026), bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Sementara kubu KGPHPA Tedjowulan berencana menggelar tradisi serupa sehari setelahnya atau Kamis (28/5/2026).
Kubu PB XIV Sebut Grebeg Digelar Sesuai Paugeran Keraton
Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta kubu PB XIV Purboyo, GKR Panembahan Timoer Rumbay mengatakan Grebeg Besar merupakan tradisi rutin keraton yang digelar saat Idul Adha.
Prosesi nantinya akan diawali dengan kirab gunungan dari pelataran keraton menuju Masjid Besar Keraton Solo untuk didoakan sebelum dibagikan kepada masyarakat.
“Kalau di Keraton Grebeg Idul Adha itu seperti biasa gunungan, kemudian dibawa ke Masjid Besar, didoakan baru kemudian dibagikan,” kata Timoer Rumbay saat ditemui di Keraton Solo, Selasa (19/5/2026).
Ia menegaskan pelaksanaan Grebeg Besar pada 27 Mei sudah sesuai penanggalan Jawa dan tradisi keraton.
Rute kirab disebut akan melewati Kamandungan, Sitihinggil hingga Pagelaran sebelum menuju Masjid Besar.
Baca Juga: Keraton Solo Kembali Memanas, Aksi Penggembokan Pintu Masuk Kembali Terjadi
Saat disinggung mengenai rencana Grebeg Besar versi KGPHPA Tedjowulan, Timoer mengaku tidak mempermasalahkannya. Namun ia mempertanyakan dasar pelaksanaan acara tersebut.
Menurut dia, tradisi Grebeg merupakan dhawuh dalem atau perintah raja, sehingga harus dilaksanakan atas titah raja yang sah.
“Kalau Gusti Tejo bikin itu terus rajane sopo? Kan Gusti Tejo bukan Raja,” ujarnya.
Timoer juga mengajak pihak Tedjowulan untuk bergabung bersama kubu PB XIV Purboyo agar tradisi keraton bisa berjalan bersama-sama.
Kubu Tedjowulan Minta Tidak Ada Grebeg Sendiri-sendiri
Di sisi lain, juru bicara KGPHPA Tedjowulan, Kanjeng Pakoenegoro mengatakan Tedjowulan justru menginginkan agar keluarga besar Keraton Surakarta bersatu dan tidak lagi menggelar acara secara terpisah.
Tag
Berita Terkait
-
Keraton Solo Kembali Memanas, Aksi Penggembokan Pintu Masuk Kembali Terjadi
-
Viral Video Panggung Sangga Buwono Keraton Solo Rusak Usai Direvitalisasi
-
Viral PB XIV Purboyo Pakai Jarik Motif Parang Terbalik di Acara Halabihalal
-
Duh! Atap di Pintu Gapit Kulon Keraton Solo Ambrol, Ditemukan Ada Tembok yang Retak
-
Kaget Lihat Kondisi Keraton Kilen, Menbud Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi jadi Prioritas
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Tim U-15 Putri Surakarta Siap Tampil Maksimal di HYDROPLUS Soccer League All Stars
-
Zero Tolerance terhadap Fraud, BRI Tolak Penyimpangan yang Rugikan Negara dan Masyarakat
-
Pemasangan Baliho Ucapan Ultah Jokowi Berbuntut Panjang, Wali Kota Solo Dilaporkan ke Kejaksaan
-
Jokowi akan Keliling Lagi, Untuk Tegaskan Jateng Kandang Gajah
-
Cak Imin Sindir Profesor yang Sudah Masuk Birokrat Tak Lagi Kritis, yang Penting Asal Babe Senang