- Orangtua difabel menyampaikan rasa syukur karena anaknya dapat pendidikan gratis.
- Pria 50 tahun itu mengaku senang anaknya belajar di Sekolah Rakyat berkat Presiden Prabowo.
- Sang anak memperoleh berbagai fasilitas mulai dari makan hingga seragam secara gratis.
SuaraSurakarta.id - Senyum tersimpul di wajah Kuat, seorang difabel berusia 50 tahun asal Desa Pandeyan di Kabupaten Sukoharjo.
Kuat adalah seorang difabel karena separuh tubuhnya lumpuh akibat polio sejak berusia setahun. Sehari-hari, Kuat bekerja serabutan membantu saudaranya memotong-motong kain perca untuk baju.
Selama ini, Kuat bergulat dengan keterbatasan ekonomi. Ia adalah salah satu penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah.
Sebagai seorang ayah, Kuat harus memastikan anaknya memperoleh pendidikan yang baik. Namun, sekarang Kuat tak perlu lagi khawatir soal pendidikan anaknya.
Anak pertamanya yang kini duduk di kelas 3 SD diterima di Sekolah Rakyat (SR) Dasar 2 Surakarta.
Di Sekolah Rakyat yang dibangun oleh pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, anak-anak dari keluarga miskin bisa mendapatkan pendidikan berkualitas secara gratis.
"Saya senang. Anak saya bisa sekolah di Sekolah Rakyat, saya merasa terbantu," ujar Kuat, dikutip Minggu (12/4/2026).
Dia menuturkan, anaknya memperoleh berbagai fasilitas pendidikan secara gratis dari Sekolah Rakyat.
Mulai dari asrama, makan tiga kali sehari, makanan ringan dua kali sehari, seragam, hingga laptop untuk menunjang pembelajaran.
"Sekolahnya gratis, dapat makanan, pakaian, segala macam kebutuhan gratis," ujarnya.
Dengan berbagai fasilitas yang baik, sang anak bisa fokus belajar dan bermimpi lebih tinggi.
Kuat pun sangat bersyukur dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo, yang menggagas sekolah gratis dengan kualitas prima khusus untuk masyarakat miskin.
"Terima kasih Pak Prabowo, anak saya bisa sekolah di Sekolah Rakyat agar pintar dan tercapai cita-citanya," ucapnya.
Pemerintah menghadirkan program Sekolah Rakyat sebagai salah satu solusi memutus rantai kemiskinan. Melalui pendamping Program Keluarga Harapan di tiap kabupaten/kota, pemerintah menjangkau anak-anak dari keluarga miskin untuk dididik di Sekolah Rakyat.
Per Maret 2026, sudah ada 166 Sekolah Rakyat yang menjangkau 14.972 siswa-siswi, didukung 2.304 guru dan 4.760 tenaga kependidikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Daya Beli Masyarakat Ambyar, Penjualan Hewan Kurban di Kota Solo Turun 20 Persen
-
Marak Teror Pocong Viral di Media Sosial, Polresta Solo Imbau Warga Tetap Waspada
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Warga Solo Merapat! Grebeg Besar Karaton Kasunanan Surakarta Sambil Cek Kesehatan Gratis
-
Patroli Gabungan Malam Takbiran, 27 Motor Berknalpot Brong Diamankan di Joglo Solo