Budi Arista Romadhoni
Kamis, 09 April 2026 | 06:30 WIB
Tangkapan layar video perkelahian brutal di Solo. [Instagram @icws_infocegatanwilayahsragen]
Baca 10 detik
  • Dua pria terlibat duel menggunakan parang di kawasan Pasar Klitikan Notoharjo, Kota Solo, pada Selasa pagi, 7 April 2026.
  • Korban berinisial UCI mengalami luka serius pada bagian wajah akibat tebasan parang dan kini dirawat di RSUD Bung Karno.
  • Pelaku berinisial A melarikan diri setelah kejadian, sementara polisi kini melakukan penyelidikan mendalam terkait motif konflik pribadi tersebut.

Polisi mengungkapkan bahwa duel tersebut diduga dipicu oleh konflik pribadi antara korban dan pelaku.

Menurut keterangan, korban yang merupakan pemilik toko di sekitar lokasi awalnya sedang duduk santai sebelum tiba-tiba didatangi pelaku.

"Saudara UCI sedang duduk-duduk, tiba-tiba ada seorang lelaki yang langsung menganiaya sehingga mengakibatkan luka," jelas Derry.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sebelumnya diduga sudah terjadi cekcok antara keduanya.

"Dari motif awal, diduga ada hubungan cekcok sebelumnya sehingga muncul motif pribadi."

5. Pelaku Melarikan Diri, Polisi Lakukan Pendalaman

Usai melakukan penyerangan, pelaku yang diduga berinisial A langsung melarikan diri dari lokasi kejadian menggunakan sepeda motor sambil membawa parang.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif lengkap serta menangkap pelaku.

"Kami sementara melakukan pendalaman terkait motif maupun unsur-unsurnya," kata Derry.
Polisi juga tengah melengkapi berkas serta mengumpulkan bukti-bukti tambahan untuk memperkuat proses hukum.

Kasus duel parang di Solo ini menjadi pengingat bahwa konflik pribadi yang tidak terkendali dapat berujung pada tindakan kekerasan yang membahayakan banyak pihak. Selain menimbulkan korban luka serius, kejadian ini juga menciptakan rasa tidak aman di tengah masyarakat.

Baca Juga: Ikuti Arahan Gubernur, Respati Ardi Bakal Terapkan Bike To Work ke ASN

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan secara bijak tanpa kekerasan, serta segera melapor jika menemukan potensi konflik yang bisa berujung tindak kriminal.

Kontributor : Dinar Oktarini

Load More