- Buya Yahya menjelaskan bahwa Al-Baqarah 187 menjadi dasar hukum kebolehan hubungan suami istri malam hari Ramadhan.
- Aktivitas tersebut diperbolehkan setelah berbuka puasa dan wajib berhenti total sebelum terbitnya fajar.
- Terdapat pengecualian hukum bahwa hubungan suami istri tidak boleh dilakukan ketika sedang beriktikaf di masjid.
4. Makna “Mereka Adalah Pakaian Bagimu”
Dalam ayat tersebut terdapat ungkapan mendalam: “Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka.”
Buya Yahya menjelaskan bahwa pakaian bukan sekadar penutup. Pakaian melindungi, menghangatkan, menjaga kehormatan, dan memberikan kenyamanan. Begitu pula suami dan istri.
Hubungan dalam Islam bukan hanya soal biologis, tetapi juga kasih sayang, ketenangan, dan perlindungan. Ramadhan tidak menghapus makna itu, hanya mengaturnya pada waktu yang tepat.
5. Allah ﷻ Mengetahui Kelemahan Manusia
Dalam ayat tersebut juga disebutkan bahwa Allah ﷻ mengetahui manusia tidak dapat menahan dirinya sepenuhnya. Namun Allah ﷻ menerima tobat dan memaafkan.
Buya Yahya menekankan bahwa ini adalah bentuk rahmat. Syariat tidak dibuat untuk menyiksa, melainkan untuk membimbing. Jika memang diperbolehkan di malam hari, maka tidak perlu ada rasa bersalah.
6. Tidak Membatalkan Puasa Jika Sesuai Waktu
Banyak yang masih bertanya, apakah hal ini membatalkan puasa?
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Persija Jakarta vs Persis Solo: Sama-sama Pincang!
Jawabannya tegas. Jika dilakukan di malam hari, setelah berbuka dan sebelum fajar, maka tidak membatalkan puasa. Yang membatalkan adalah hubungan suami istri di siang hari ketika puasa sedang berlangsung.
Karena itu, memahami batas waktu menjadi hal yang sangat penting.
7. Bisa Bernilai Ibadah dengan Niat yang Lurus
Buya Yahya juga mengingatkan bahwa hubungan suami istri dapat bernilai ibadah. Jika diniatkan untuk menjaga kehormatan, membangun rumah tangga, atau mengharapkan keturunan yang saleh, maka ia menjadi bagian dari amal kebaikan.
Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menata niat dalam setiap aktivitas, termasuk dalam kehidupan rumah tangga.
8. Ada Pengecualian Saat Iktikaf
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar
-
Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi
-
Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo
-
Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'