- Terdapat enam hari spesifik yang secara hukum Islam dilarang untuk melaksanakan puasa ganti (qadha) Ramadan.
- Hari-hari terlarang tersebut meliputi Hari Arafah bagi yang haji, Hari Syak, Idul Fitri, Idul Adha, dan Tasyrik.
- Istri diwajibkan meminta izin suami untuk mengganti puasa jika suami berada di rumah, serta hari Jumat tanpa didahului/diikuti puasa.
5. Hari Jumat: Dilarang Berpuasa Tanpa Izin
Pada hari Jumat, umat Islam dilarang berpuasa secara khusus tanpa diiringi dengan puasa pada hari sebelumnya atau setelahnya. Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kalian berpuasa pada hari Jumat, kecuali jika berpuasa sehari sebelumnya atau setelahnya."
Hal ini menunjukkan bahwa Jumat dianggap sebagai hari raya mingguan bagi umat Muslim, di mana lebih dianjurkan untuk fokus pada ibadah sholat Jumat, doa, dan dzikir.
6. Hari yang Dilarang bagi Istri Jika Suaminya Ada di Rumah
Salah satu larangan yang cukup menarik adalah bagi seorang istri yang dilarang berpuasa (termasuk mengganti puasa Ramadhan) jika suaminya ada di rumah, kecuali dengan izin dari suami.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak dibolehkan seorang istri berpuasa saat suaminya di rumah, kecuali dengan izinnya." Oleh karena itu, seorang istri hanya boleh mengganti puasa Ramadhan dengan izin dari suaminya jika ia ingin melakukannya pada hari tersebut.
Hari yang Dianjurkan untuk Mengganti Puasa Ramadan
Selain hari-hari yang dilarang, ada juga beberapa hari yang sangat dianjurkan untuk mengganti puasa Ramadhan, seperti puasa Syawwal enam hari, puasa Senin dan Kamis, serta puasa Ayamul Bidh (tiga hari setiap bulan).
Meskipun puasa qadha itu wajib, umat Muslim disarankan untuk menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa sunnah tersebut.
Baca Juga: Keajaiban Malam Selikuran Keraton Kasunanan Surakarta: Jejak Sejarah dan Makna Mendalam
Mempersiapkan Diri Menjelang Ramadan 2026
Ramadhan 2026 semakin dekat, dan bagi yang belum menyelesaikan puasa qadha, sangat penting untuk segera menyelesaikannya.
Mengetahui hari-hari yang dilarang untuk berpuasa dapat membantu umat Muslim dalam merencanakan waktu yang tepat untuk mengganti puasa yang tertinggal.
Dengan perencanaan yang baik, umat Muslim dapat menunaikan kewajiban puasa dengan lebih teratur dan tepat waktu.
Semoga informasi ini bermanfaat dalam membantu Anda merencanakan puasa qadha sebelum datangnya Ramadhan berikutnya. Jangan sampai melewatkan kesempatan untuk mengganti puasa dengan bijak dan sesuai aturan yang berlaku.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Termasuk di Wonogiri, Bayer Panen Raya di 4 Daerah, Produktivitas Jagung Didorong Naik
-
Jokowi Tetap Yakin PSI Tembus Senayan 2029 Meski Ambang Batas Bisa Naik
-
Jokowi Buka-bukaan soal Riwayat Sekolah Gibran di Singapura: Masak Disuruh Ikut Paket C Lagi!
-
Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak
-
BRI InFrame 2026 Hadirkan Cerita Ekonomi Kerakyatan Lewat Fotografi