- Solo Car Free Night (CFN) di sepanjang Jalan Slamet Riyadi dan sekitarnya akan menyebabkan kemacetan mulai pukul 20.00 hingga 00.30 WIB.
- Dishub Solo mengimbau masyarakat menghindari area terdampak kemacetan CFN serta area libur Nataru lainnya dan menggunakan jalur alternatif.
- Sebanyak 11 lokasi parkir telah disiapkan untuk melayani masyarakat yang merayakan malam pergantian tahun baru di Solo.
SuaraSurakarta.id - Sejumlah ruas jalan di Kota Solo diperkirakan bakal terjadi kemacetan saat malam tahun baru.
Pasalnya ada gelaran Solo Car Free Nigt (CFN) di sepanjang Jalan Slamet Riyadi dari Gendengan sampai Bundaran Gladak.
Kemudian di Jalan Jenderal Sudirman dari Bundaran Gladak menuju Balai Kota Solo. Selanjutnya di Jalan Diponegoro mulai dari Simpang Ngarsopuro menuju Simpang Mangkunegaran.
Penutupan jalan akan dimulai pukul 20.00 WIB sampai pukul 00.30 WIB. Dalam CFN tersebut ada 10 titik panggung hiburan utama.
Dalam gelaran CFN tersebut berdampak kemacetan di sejumlah ruas jalan. Terutama di kawasan CFN, itu Jalan Slamet Riyadi dari Gendengan-Gladak, Jalan Jenderal Sudirman sisi barat.
Kemudian di Jalan RE Martadinata atau kawasan Pasar Gede, Kawasan Balekambang hingga depan GOT Indoor Manahan.
"Itu lokasi yang berpotensi terjadi kemacetan saat tahun baru," terang Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Ari Wibowo saat dikonfirmasi, Rabu (31/12/2025).
Ari mengatakan selama libur natal dan tahun baru (nataru) ada juga sejumlah ruas yang terjadi kemacetan.
Itu ada di kawasan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Jalan Honggowongso atau sekitar Sate Manto, kawasan Pasar Klewer, Kawasan Coyudan hingga Kawasan Gatot Subroto.
Baca Juga: Catat! Jadwal Misa Natal 2025 Gereja Katolik dan Protestan di Solo
"Selama libur nataru, juga terjadi kemacetan di sejumlah lokasi. Di kawasan perbelanjaan, kawasan kuliner hingga Masjid Zayed," ungkapnya.
Ari menjelaskan pengguna jalan atau masyarakat diminta untuk menghindari lokasi-lokasi tersebut dan mencari jalan alternatif.
Untuk jalan alternatif itu bisa lewat Jalan Ahmad Yani (untuk menghindari kepadatan di Jalan Slamet Riyadi atau area CFN). Masyarakat yang hendak ke utara bisa melintas di Jalan Moewardi (Simpang Gendengan – Overpass Manahan) sebelum melanjutkan via Jalan Ahmad Yani.
Sementara masyarakat yang hendak ke selatan bisa melintas lewat Jalan dr. Radjiman-Jalan Veteran sebelum melanjutkan perjalanan ke arah Sukoharjo via Simpang Gemblegan atau Simpang Gading.
“Area terdampak kepadatan yang mungkin cukup terlihat seperti di Tugu Wisnu Manahan, Simpang Pangung, Simpang Waring Pelem, Simpang Baturono, Simpang Gemblegan, dan Simpang Gading. Kami harap warga bisa memilih moda transportasi yang lebih fleksibel untuk membelah kepadatan atau berangkat lebih awal agar tidak terjebak kepadatan saat pergantian tahun,” papar dia.
Menurutnya ada sejumlah lokasi parkir yang disiapkan saat tahun baru. Itu ada di Jalan Hasanudin, Jalan Dr. Sutomo, Jalan Dr. Soepomo, Jalan Dr. Cipto, Jalan Bhayangkara, Jalan Museum, Jalan Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jalan Teuku Umar, Jalan Imam Bonjol, hingga Banteng Vastenburg.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Ikuti Arahan Gubernur, Respati Ardi Bakal Terapkan Bike To Work ke ASN
-
Perdagangan Daging Anjing di Jateng: Bisnis Gelap yang Sulit Diberantas, Solo Raya Jadi Episentrum!
-
Viral PB XIV Purboyo Pakai Jarik Motif Parang Terbalik di Acara Halabihalal
-
Sinergi Tanpa Batas: Komitmen PERBASI Surakarta Bangun Ekosistem Basket Lewat Silaturahmi
-
Ketahuan! Tukang Becak Nekat Buang Sampah Restoran di Lokasi CFD Solo, Pemkot Kejar Pemilik Usaha!