- Peresmian Panggung Sangga Buwana dan Museum Keraton Surakarta pada 16 Desember 2025 diwarnai absennya keluarga penting.
- Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyayangkan ketidakhadiran sentana kunci dalam peresmian tersebut sebagai catatan pemerintah.
- Acara berlangsung setelah kendala lokasi karena Sasana Handrawina dikunci, akhirnya dipindahkan ke Bangsal Morokata.
Bahkan, tindak lanjut dari surat tersebut adalah rapat koordinasi di balai kota yang mengundang Wali Kota Solo.
"Dari pihak KGPH Purboyo diwakili oleh Gusti Timoer dan Gusti Devi," papar Eddy.
Dalam koordinasi tersebut, menurut Eddy, semua pihak sepakat untuk menyukseskan persiapan peresmian.
Namun, kendala muncul terkait lokasi acara. Rencana awal peresmian akan digelar di Sasana Handrawina, tetapi lokasi tersebut ternyata dikunci.
"Kita masih terus bersabar mencoba mengikuti proses, mereka minta surat lagi di berikanlah surat lagi dari BPK Wilayah X mohon untuk dibuka. Ternyata tidak dikabulkan untuk dibuka," tandas Eddy.
Akhirnya, setelah koordinasi, diputuskan untuk memindahkan acara ke Bangsal Marakata dengan latar belakang Panggung Sangga Buwana yang baru direnovasi.
"Ternyata lebih indah, tampak panggung sangga buwana yang sudah direnovasi," pungkasnya.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon sendiri tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya.
Ia sangat menyayangkan ketidakhadiran KGPH Purboyo dan GKR Timoer Rumbay dalam silaturahmi dan dialog mengenai pelestarian Keraton Kasunanan Surakarta di Jakarta, Sabtu (13/12/2025) lalu.
Baca Juga: Dualisme Keraton Solo: Fadli Zon Undang Raja Kembar, Hangabehi Datang, Purboyo Pilih Urus Kuliah
"Itu tentu menjadi catatan bagi kami. Kehadiran itu adalah penghormatan juga kepada kehadiran pemerintah," tegas Fadli Zon.
Ia menambahkan bahwa pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu untuk menciptakan situasi yang lebih kondusif di keraton.
"Tentu kita mengharapkan terlebih dahulu dari pihak keluarga besar keraton untuk menciptakan kondisi yang kondusif. Berharap tidak ada hal-hal yang merusak cagar budaya dan membuat situasi kekisruhan yang tidak perlu," ungkapnya.
Fadli Zon menekankan pentingnya keraton sebagai institusi bersejarah yang menjadi saksi perjalanan budaya dan peradaban di tanah Jawa dan Nusantara.
"Kita akan tetap bekerjasama untuk melakukan revitalisasi. Semakin kondusif maka semakin cepat kita melakukan revitalisasi," jelasnya.
Mengenai ketidakhadiran Gusti Purboyo dalam acara peresmian, Fadli Zon menegaskan bahwa pihaknya telah mengundang semua pihak.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar di Jakarta
-
Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
-
Kemenpora Beri Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026 kepada BRI
-
Firasat Aneh Kakak-Adik Korban Kapal Virgo: Minta Pakaian Dicuci Ibu hingga Ingin Tidur Bersama
-
Sopir Truk Asal Solo Jadi Korban Kapal Virgo, Ternyata Naik Pakai KTP Saudara Kembar