Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 12 Desember 2025 | 17:00 WIB
PB XIV Hangabehi dan PB XIV Purboyo saat salat jumat di Masjid Agung Solo. (Suara.com/Ari Welianto).
Baca 10 detik
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengundang raja kembar Keraton Surakarta, PB Hangabehi dan PB Purboyo, bertemu di Jakarta Sabtu (13/12/2025).
  • PB Hangabehi menyatakan kesiapan hadir untuk membahas pelestarian cagar budaya dan masalah mendesak keraton lainnya.
  • PB Purboyo mengaku tidak menerima undangan tersebut dan memprioritaskan penyelesaian studi S2-nya daripada hadir pertemuan.

SuaraSurakarta.id - Upaya pemerintah pusat menengahi konflik internal Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menemui babak baru.

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengambil langkah signifikan dengan mengundang dua raja kembar, Paku Buwono (PB) XIV Hangabehi dan PB XIV Purboyo, dalam sebuah pertemuan di Jakarta.

Informasi yang beredar menyebutkan pertemuan penting yang juga akan dihadiri Wali Kota Solo Respati Ardi ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (13/12/2025). Namun, undangan dari menteri tersebut justru menyingkap respons yang sangat kontras dari kedua pemimpin keraton, mempertajam potret dualisme yang masih membayangi.

PB XIV Hangabehi membenarkan adanya panggilan dari Fadli Zon dan dengan tegas menyatakan kesiapannya untuk hadir. Ia melihat pertemuan ini sebagai momentum krusial untuk membahas masa depan pelestarian cagar budaya di bawah naungan kementerian.

"Kalau undangan iya ada. Pelestarian budaya (acara) saja," ujar Hangabehi saat ditemui usai salat Jumat di Masjid Agung Solo, Jumat (12/12/2025).

PB XIV Hangabehi dan PB XIV Purboyo saat salat jumat di Masjid Agung Solo. (Suara.com/Ari Welianto).

Ia mengonfirmasi seluruh detail undangan tersebut dan memastikan kehadirannya. "(Kapan itu) Tanggal 13. (Rencana akan hadir) Hadir. Tempatnya di Jakarta," tegasnya.

Bagi Hangabehi, pertemuan ini adalah kesempatan untuk menyuarakan berbagai persoalan mendesak yang dihadapi keraton, mulai dari proyek revitalisasi hingga penyelamatan aset-aset bersejarah yang terancam.

"Itu pembahasan pelestarian kebudayaan. Sejarah dan lain-lain," sambungnya.

Hangabehi bahkan telah menyiapkan daftar panjang hal-hal yang akan ia sampaikan kepada Fadli Zon.

Baca Juga: 7 Fakta Pelantikan 50 Abdi Dalem Keraton Solo, Diisi Pejabat hingga Tokoh Nasional

"(Ada yang akan disampaikan) Banyak. Kalau mengacu pada kementerian kebudayaan banyak sekali yang mesti dilestarikan. Kalau dibahas banyak, ini termasuk pembenahan di dalam keraton dan sebentar lagi sudah ada yang mau selesai," terangnya.

"Mungkin nanti selanjutnya mana lagi yang kita usahakan kerjasama dengan pemerintah."

Namun, sikap berbeda 180 derajat ditunjukkan oleh kembarannya, PB XIV Purboyo. Ia justru mengaku sama sekali tidak mengetahui adanya undangan dari Kementerian Kebudayaan.

Saat dikonfirmasi, Purboyo tampak kebingungan.

"Acara yang mana. Tanggal 13 ini? Aku nggak tahu ada acara apa," jawabnya heran.

Purboyo menegaskan tidak akan hadir ke Jakarta, bukan karena menolak, tetapi karena prioritasnya saat ini adalah menyelesaikan pendidikan S2-nya.

Load More