- Ketua LDA Gusti Moeng tidak diizinkan masuk Museum Keraton Kasunanan Surakarta karena pintunya digembok oleh kubu PB XIV Purboyo.
- Ketegangan ini terjadi menjelang rencana peresmian museum bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada hari berikutnya.
- Gusti Moeng menilai tindakan penggembokan mengganggu aktivitas adat keraton, sementara kubu lawan beralasan untuk mencegah keramaian.
SuaraSurakarta.id - Ketegangan sempat terjadi saat Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) GKR Koes Moertiyah Wandansari (Gusti Moeng) saat dimendapatkan akses masuk ke Museum Keraton Kasunanan Surakarta.
Pasalnya Gusti Moeng tidak diperbolehkan masuk kubu Paku Buwono (PB) XIV Purboyo. Pintu museum dikunci dan digembok.
Dari pantauan di lapangan, Gusti Moeng bersama keluarga, sentono dan para abdi dalem berjalan dari Bangsal Marakata menuju museum. Namun Gusti Moeng berhenti beberapa meter dari museum, karena pintu museum dikunci.
Gusti Moeng sempat marah-marah, karena tidak mendapatkan akses untuk masuk ke dalam museum. Padahal rencana besok akan diresmikan bersama Panggung Sangga Buwono oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Sementara dari kubu PB XIV Purboyo, yakni GKR Panembahan Timoer Rumbay, GKR Devy Lilyana Dewi bersama keluarga, sentono dan abdi dalem berada di Bangsal Pradonggo.
"Mereka larang-larang kita, urusannya apa," terangnya, Senin (15/12/2025).
Gusti Meong menjelaskan memang tidak diperbolehkan masuk, mereka itu siapa sampai melarang-larang.
Padahal saat pertemuan di balai kota tadi, mereka menyampaikan mendukung penataan di keraton tapi malah menggembok pintu keraton di mana-mana.
"Lha nggeh (tidak boleh masuk). Mereka itu siapa kok nglarang kita masuk itu. Tadi balaikota mereka kan ngomong kalau mendukung, mendukung kok ngembongi ngendi-ngendi," kata dia.
Baca Juga: Setelah Insiden di SDN Kalibaru, BGN Ambil Sikap Tegas: Perketat SOP Distribusi
Ketika ditanya apakah mau masuk museum sebagai persiapan untuk peresmian besok, Gusti Moeng menyebut kalau kemarin sudah disampaikan pekerja petugas BPK Wilayah X DIY-Jateng kan diusir.
"Itu saja deh, bisa dijelaskan sendiri seperti apa mereka itu. Posisi kedudukannya apa kok ngusir-ngusir," ungkapnya.
Diakui sementara itu memang belum punya akses masuk ke museum. Bahkan aktivitas adat di keraton terganggu karena pintu-pintunya digembok.
"Lihat itu di Handrawina yang nanti aka digelar wilujengan sama penandatanganan prasastinya. Aktivitas jelas terganggu, mereka menggangu," jelas dia.
Soal adanya penggantian gembok tidak masalah dan biarkan saja. "Ya biar saja, dipersilahkan untuk ganti. Saya juga bisa ganti nanti," imbuh putri dalem PB XII ini.
Ketika disinggung katanya sudah ada permintaan kunci dari bebadan PB XIV Purboyo lewat surat, Gusti Moeng menyebut kalau surat itu dikasihkan kamis kemarin saat berada di Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Lebaran Penuh Berkah: 5 Destinasi Wisata Religi di Solo yang Menyejukkan Hati
-
Ini 5 Wisata Malam Solo untuk Nikmati Lebaran Idul Fitri
-
10 Kuliner Khas Solo Raya yang Bisa Jadi Rujukan Pemudik Lebaran 2026
-
Idulfitri 2026 di Solo, Ini Panduan Lengkap Salat Id dan Tradisi Khas Kota Budaya
-
Kecelakaan Tragis Klaten, 5 Fakta Pemudik ASN Tewas Hanya 1 Km dari Rumah