- Kejari Solo menyelidiki korupsi dana hibah Pemkot Solo ke KONI periode 2021-2024 berdasarkan laporan masyarakat Agustus 2025.
- Penyidik telah memeriksa lebih dari 30 saksi dari Pemkot, KONI, cabor, serta menyita dana bukti Rp 320.700.000.
- Kejari berkoordinasi dengan BPKP untuk menghitung kerugian keuangan dari total dana hibah tahunan Rp 7-10 miliar.
SuaraSurakarta.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo tengah menyelidiki kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian dana hibah dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Solo 2021-2024.
Saat ini sudah pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat serta barang bukti. Bahkan sudah menyita dana sebesar Rp 320.700.000 dan jumlah itu akan bertambah.
"Saat ini penyidik Kejari Solo telah melakukan pemeriksaan lebih dari 30 orang saksi. Juga sudah melakukan koordinasi dengan tim auditor BPKP perwakilan Jateng untuk menghitung besaran kerugian keuangan," terang Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo Supriyanto saat ditemui, Selasa (9/12/2025).
Supriyanto menjelaskan perkembangan hasil penyelidikan, tim penyelidik telah melakukan penyitaan terhadap barang bukti sebesar Rp 320.700.000.
Kalau anggaran dana hibah yang diberikan Pemkot ke KONI itu besarannya berbeda, diantara Rp 7 miliar sampai Rp 10 miliar per tahun.
"Kemarin tim penyidik sudah menyita barang bukti sebesar Rp 320.700.000. Ke depan kita akan terus mendalami kasus ini dan segera menyelesaikan," ungkapnya.
Menurutnya penyelidikan kasus dugaan tindak korupsi dana hibah di KONI ini merupakan hasil laporan dari masyarakat bulan Agustus 2025 lalu.
Setelah ditelaah ternyata cukup akurat informasi dari masyarakat, sehingga dilakukan penyelidikan, setelah ditemukan adanya pidana kemudian dinaikan ke penyidikan.
"Laporan masuk ke Kejari itu sekitar bulan Agustus-September," ujar dia.
Baca Juga: Viral Dugaan Pelecahan Seksual Mahasiswa di Solo, Modus Bermain Game Truth or Dare
Untuk saksi yang diperiksa itu, lanjut dia, dari berbagai macam struktur. Ada yang dari struktur pemkot diantaranya dinas yang membidangi keolahragaan.
"Kemudian juga dari pengurus KONI dan para pengurus cabor. Juga termasuk ada yang dari luar itu, misalnya dari perbankan dan sebagainya," jelasnya.
"Nanti masih ada penambahan saksi lagi baik orang baru yang belum pernah diperiksa sebelumnya maupun yang pernah diperiksa sebagai saksi untuk dilakukan pendalaman terhadap proses penyidikan. Belum ada penetapan tersangka," lanjut dia.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!
-
Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar
-
Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi