Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 29 Agustus 2025 | 19:28 WIB
Ambulans membawa sejumlah driver ojol yang mengalami sesak nafas usai aksi demo berakhir ricuh. [Suara.com/Ari Welianto]

SuaraSurakarta.id - Belasan masa aksi driver ojol dan warga di Kota Solo harus dibawa ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Data yang diterima dari petugas mobil ambulance ada 10 korban yang dilarikan ke rumah sakit.

Mereka merupakan korban terkena gas air dari aparat kepolisian yang ditembakkan ke arah masa.

Rata-rata mereka sesak nafas, mata perih. Ada juga yang kaki kanannya robek.

Sejumlah mobil ambulance pun harus bolak balik ke lokasi aksi menuju rumah sakit. Ada sekitar 10-15 mobil ambulance yang standby.

Salah satu petugas mobil ambulance
Heski Alistia Budi mengatakan ada sekitar 10 korban yang dibawa ke rumah sakit.

"Fokus saya bantu medikasi. Untuk teman-teman sudah banyak yang mengirim korban ke rumah sakit," terangnya, Jumat (29/8/2025).

Heski mengatakan teman-teman ambulance itu sudah standby di lokasi aksi sekitar pukul 16.00 WIB. Ada sekitar 10-15 mobil ambulance yang standby.

"Kemungkinan ada 10-15 mobil ambulance yang standby. Saya belum nganter, backup saja," kata dia.

Baca Juga: Demo Driver Ojol di Solo, Sempat Ricuh di Depan Mako Brimob

Seperti diketahui aksi pengemudi ojol dan warga di Kota Solo berlangsung panas. Masa sampai melempari berbagai benda ke aparat kepolisian, seperti batu, botol mineral, hingga kayu.

Masa juga sempat merusak pagar pintu masuk dan pembatas Markas Brimob Batalyon C Pelopor.

Tembakan gas air mata beberapa kali ditembakkan aparat ke arah masa. Sontak masa berhamburan lari untuk menyelamatkan diri.

Kontributor : Ari Welianto

Load More