SuaraSurakarta.id - Meski jagoannya kalah di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo 2025, DPC PDIP Solo bakal mendukung penuh pemerintahan Kota Solo dibawah Wali Kota Solo Respati Ardi dan Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani.
Seperti diketahui pasangan calon dari PDIP, yakni Teguh Prakosa-Bambang Nugroho (Gage) kalah dari paslon yang diusung koalisi KIM plus, Respati Ardi-Astrid Widayani di Pilwalkot Solo 2024 kemarin.
Ketua DPC PDIP FX Hadi Rudyatmo mengatakan bahwa perintah Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri untuk mendukung pemerintah daerah, provinsi maupun nasional.
Dalam dukungan yang positif, kalau kritik harus yang konstruktif dan ada solusi.
"Kita tidak pernah akan menghalang-halangi kebijakan dari kebijakan pemerintah. Kita akan tetap dukung penuh kebijakan itu," terangnya saat ditemui, Senin (17/2/2025).
Rudy pun bercerita soal kisruh yang ada di DPRD Kota Solo, kalau tidak dirinya putuskan akan terlunta-lunta dan berlarut-larut tidak selesai tentang APBD.
"Kita tidak diberi pimpinan komisi tidak ada persoalan. Namun kepentingan rakyat itu harus diutamakan, itu salah satu contoh," ungkap dia.
Pada kesempatan itu, Rudy memberikan masukan untuk wali kota dan wakil wali kota baru. Karena semua harus mengacu pada visi presiden, maka harus menyesuaikan.
"Jadi kalau pemangkasan anggaran, ya sesuaikan dengan kebijakan-kebijakan presiden yang saat ini sedang berjalan. Kalau untuk visi misi kepala daerah yang ada sekarang, itu harus dijalankan namun lebih utama dari kebijakan presiden," jelasnya.
Baca Juga: Jelang Berakhir Masa sebagai Wali Kota Solo, Teguh Prakosa Bakal Resmikan Sejumlah Proyek
Saat disinggung soal proyek 17 prioritas, Rudy menyebut bahwa itu masuk dalam RPJMD. Karena tidak masuk, tidak dibahas mestinya oleh DPRD.
"Kalau belum selesai atau sebagainya, ceritanya seperti apa saya tidak tahu. Yang namanya skala prioritas itu harus masuk di RPJMD. Nah kalau tidak masuk di RPJMD, itu bisa dikatakan PSN, bisa dikatakan CSR dari salah satu tokoh maupun pengusaha atau dari negara lain, jadi kita tidak bisa ikut ngutak-ngutak itu karena tidak masuk RPJMD," papar dia.
Rudy meminta agar proyek dari bantuan hibah atau CSR segera dibicarakan. Jangan sampai nanti membebani institusi yang ditempati di situ, karena kalau bebannya pakai APBD maka rakyat tidak makan nanti.
"Perawatannya itu besar, seperti museum sains dan itu baru satu yang jadi, yang dua belum. Itupun setiap bulan pajak listriknya lebih dari Rp 150 juta," tandasnya.
Seperti diketahui, pelantikan Wali Kota Solo dan Wakil Wali Kota Solo terpilih, Respati Ardi-Astrid Widayani akan dilakukan pada 20 Februari 2025 nanti.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Ini Ritual Khusus Kerbau Bule Kyai Slamet Sebelum Kirab Malam 1 Suro
-
Polresta Solo Jamin Keamanan Kirab Pusaka Keraton dan Mangkunegaran Berjalan Aman dan Kondusif
-
Bukan Sekadar Edukasi, Taruna Akpol Batalyon Manggala Satya Hadirkan Air Bersih dan MCK di Solo
-
Polemik Pembangunan GKJ Solo: Saat Aturan Negara Justru Menjadi Hambatan Beribadah
-
Gara-gara Dua Mahasiswa Ditangkap Polisi, Aksi Demo di Solo Sempat Memanas