SuaraSurakarta.id - Polemik antara PDIP dengan partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus DPRD Kota Solo masih berlanjut.
Adalah pembentukan Alat Kelengkapan (Alkap) DPRD Kota Solo masih berjalan alot untuk dan belum menemui kata sepakat.
Bahkan PDIP dan KIM Plus punya skema dan skenario untuk menyelesaikan pembentukan Alkap.
Hal tersebut berdampak molor pembahasan dan pengesahan Rancangan Anggaran Pendapat Belanja Daerah (RAPBD) 2025.
Fraksi PDIP terus melakukan lobi-lobi dengan partai yang ada di DPRD. Bahkan ada sejumlah skema yang diusulkan dan ditawarkan ke partai lain.
Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Solo, Suharsono mengatakan ada tiga skema atau alternatif yang ditawarkan.
Skema ini didasarkan pada proporsionalitas dan perolehan kursi Pemilihan Legislatif (Pileg) 2025. Di mana PDIP mendapatkan 20 kursi.
Alternatif yang pertama PDIP minta ketua komisi 1 dan ketua komisi 3. Kemudian wakil ketua, sekretaris komisi 4 dan wakil ketua, sekretaris komisi 2.
"Lalu satu alkap DPRD dan komisi, ketua Badan Kehormatan (BK) berikutnya wakil ketua Bapemperda," terangnya saat dihubungi, Kamis (5/12/2024).
Baca Juga: RAPBD Tertunda, Anggota DPRD Kota Solo Terancam Tak Gajian
Untuk alternatif yang kedua, lanjut dia, 2,5 tahun pertama itu semua pimpinan alkap dan unsur pimpinan itu diberikan ke PDIP. Kemudian 2,5 tahun berikutnya itu diambil Fraksi Gerindra dan Fraksi PSI.
Kemudian alternatif ketiga, 2,5 tahun periode pertama ini, Fraksi PDIP mengambil ketua komisi 1, Ketua komisi 3 serta minta wakil ketua komisi 4 dan sekretaris. Lalu wakil ketua dan sekretaris komisi 2.
"Tiga alternatif itu sudah ditawarkan secara tertulis ke Gerindra maupun PSI. Mungkin bisa kroscek ke Gerindra dan PSI apa yang diminta Fraksi PDIP," ungkap dia.
Suharsono mengaku dapat tawaran skema dari Gerindra dan PSI, tapi pada prinsipnya F-PDIP berterima kasih merespon ajakan kerjasama kemarin.
"Cuma kami tidak sepakat, karena yang kami ajak Gerindra dan PSI. Tapi mereka membuat skema dengan mengatur melibatkan fraksi yang lain, kami tidak sepakat itu," sambungnya.
"Kami di DPRD tidak mengenal KIM Plus ya. Tapi mengenalnya adalah fraksi-fraksi," lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar
-
Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi
-
Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo
-
Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'