Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Rabu, 08 Mei 2024 | 19:03 WIB
Dua korban prank atau dugaan penipuan katering untuk keperluan buka bersama dan sahur di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, yakni Supodo dan Kusnadi Slamet Widodo melalui kuasa hukum Sri Kalono menggelar jumpa pers, Rabu (8/5/2024). [Suara.com/Ari Welianto]

"Saat minggu pertama itu modal saya sudah habis dan berinisiatif pinjam ke bank. Setelah ini selesai akan dikembalikan, jatuh tempo itu dua bulan dan tinggal satu bulan tapi belum lunas," papar dia.

Supodo mengakui dalam aturan bank itu kalau tidak bisa dilunasi maka rumah akan disita.

"Kalau total kerugian itu sekitar mencapai Rp 384 juta, itu belum modal awal buat persiapan untuk membeli peralatan. Memang kalau tidak bisa melunasi itu rumah akan disita," ujarnya.

Terpisah Slamet menyatakan kalau kerugiannya itu sekitar mencapai Rp 370 juta. "Saya juga mengajak teman untuk kerjasama saat menerima orderan," tandas dia.

Baca Juga: Takjil Gratis di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Berujung Penipuan, Pelaku Pura-pura Sedekah, Kerugian Hampir Rp 1 Miliar

Kontributor : Ari Welianto

Load More