Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Selasa, 07 Mei 2024 | 13:29 WIB
Aksi bela Palestina dan kutuk Israel oleh civitas akademik dan ribuan mahasiswa UMS, Selasa (7/5/2024). [Suara.com/Ari Welianto]

"Ini aksi damai bela Palestina sekaligus mengutuk keras kebiadaban Israel. Kita bicara Palestina-Israel bukan lagi perbedaan agama tapi sudah kemanusiaan, keadilan, dan kemerdekaan dalam berbangsa bernegara," papar dia.

Menurutnya hampir satu abad konflik Israel-Palestina tidak kunjung berujung. Hal ini tidak lepas dari misi Zionis Israel untuk menguasai tanah Palestina.

Berbagai serangan, penindasan, pengusiran, dan pembunuhan dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina. Hingga saat ini, agresi dan serangan militer Israel terhadap warga Palestina merupakan serangan yang paling keji, biadab, dan brutal dalam sejarah konflik Israel dan Palestina. 

"Korban terbunuh telah mencapai hampir 35.000 orang dan terluka mencapai lebih dari 77.867 orang, yang sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak," terangnya.

Baca Juga: Ribuan Umat Islam Soloraya Gelar Aksi Bela Palestina, Peserta Salat Ghaib hingga Baca Qunut Nazilah

Sofyan Anif menambahkan tindakan yang dilakukan Israel terhadap Palestina justru mendapat pembiaran dan dukungan dari negara-negara seperti Inggris, Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat.

"Kami jelas mengecam sikap Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jerman, dan negara-negara serta pihak-pihak lainnya yang terus memberikan dukungan dan bantuan terhadap Israel dalam agresi dan penyerangannya terhadap Palestina. Kami minta PBB untuk memaksa dan memfasilitasi perundingan dan gencatan senjata Israel dan Palestina," tandas dia.

"Kami juga minta Pemerintah Indonesia, agar tidak berpikir sedikit pun dan apalagi melakukan langkah-langkah politik untuk membuka hubungan diplomatik dengan negara agresor dan pelaku genocide Israel. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk terus memberikan perhatian serius terhadap perkembangan konflik Israel dan Palestina, dengan terus memberikan bantuan moral, material, dan spiritual terhadap perjuangan rakyat Palestina," pungkasnya.

Kontributor : Ari Welianto

Baca Juga: Diwawancarai Jurnalis Asal Israel, Suporter Timnas Jerman: Bebaskan Palestina!

Load More