SuaraSurakarta.id - Almas Tsaqibbirru menggugat wanprestasi kepada Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Gibran digugat usai Almas menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) soal batas usia capres-cawapres yang kemudian dikabulkan.
Almas melalui kuasa hukumnya, Arif Sahudi memaparkan alasan mengajukan gugatan wanprestasi ke putra sulung Presiden Jokowi tersebut, salah satunya menuntut ucapan terima kasih.
Menurutnya, ketika Pilkada Solo dahulu, Gibran memberikan apresiasi kepada pendukungnya, namun hal itu tidak diberikan untuk Almas.
"Padahal Mas Almas itu membuka ruang yang lebar sehingga Mas Gibran bisa baik kepuncak tapi sampai detik ini belum pernah ngasih ucapan terima kasih. Itulah yang menjadi rujukan Mas Almas menggugat Mas Gibran," terang Kuasa Hukum Almas Tsaqibbirru, Arif Sahudi, Jumat (2/2/2024).
Arif menjelaskan kalau ada yang tanya apakah ada janji, itu bukan janji. Gibran adalah orang yang baik, ketika dulu jadi wali kota pendukungnya diberi ucapan terima kasih.
"Tapi ini kepada Mas Almas kok ndak, itu alur ceritanya. Makanya kita gugat Rp 10 juta, uangnya nanti dikasihkan ke panti asuhan bukan buat pengacara," katanya.
Ketika disinggung apakah ada perjanjian sebelumnya mengingat ini gugatan wanprestasi, Arif menilai urusan itu biar hakim yang menilai.
"Urusan itu biar nanti hakim yang menilai. Namanya orang gugat apapun boleh, kalau perdebatan apakah ini memenuhi itu adalah perdebatan hukum. Saya hanya melaksanakan tugas selaku lawyer diminta oleh Mas Almas gugat wanprestasi," ungkap dia.
Baca Juga: Kumpulkan 235 Posko Tani Merdeka, Prabowo-Gibran Diprediksi Menang 60 Persen di Boyolali
Menurutnya jalur hukum adalah jalur yang elegan. Karena kalau nagih secara langsung maka itu tidak elegan.
"Kalau nagih lewat orang lain tidak pantas. Jalur hukum lah yang elegan dan semua pihak merasa tidak direndahkan, inilah cara kita untuk mengingatkan," imbuhnya.
Apakah tidak ada upaya untuk menghubungi Gibran langsung atau lewat sosial media (sosmed), Arif mengaku dirinya dan Almas tidak punya sosmed.
"Kebetulan saya dan Mas Almas tidak punya sosmed, punyanya Whatsapp (WA). Kalau mau WA, saya tidak punya nomornya dan ini fakta bukan mengada-ada," sambung Arif.
Lanjut dia, Almas tidak khawatir dihujat dengan adanya gugatan ini. Karena namanya orang dihujat, dihina dan disanjung adalah hal yang biasa atau lumrah.
"Itu bagi saya malah bagus, mendewasakan dia (Almas). Ini kan masa pertumbuhan, karena kalau ingin menjadi orang hebat, ya pernah dihujat, dihina dan disanjung," paparnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Terungkap Kasus Penimbunan Solar Subsidi Ilegal di Klaten, Omzet Pelaku Rp200 Juta per Bulan
-
Solar Mahal Gila! Pakar Ungkap Trik Rahasia Hemat BBM Mobil Diesel, Bukan Cuma Soal 'Kaki Kanan'
-
Anti Mainstream! 5 Mobil Bekas Rp40 Jutaan Irit dan Nyaman, Fitur Mewah yang Sering Dilupakan
-
Detik-detik Terakhir Istri Abu Bakar Ba'asyir Sebelum Berpulang: Sempat Pasrah dan Berdzikir
-
Kabar Duka, Istri Abu Bakar Ba'asyir Meninggal Dunia