Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Sabtu, 30 Desember 2023 | 09:26 WIB
Kondisi Sasana Mulyo Keraton Solo yang disangga belasan bambu. [Suara.com/Ari Welianto]

Untuk perbaikan darurat ini, lanjut dia, anggarannya itu dari patungan atau iuran dari kerabat keraton hingga beberapa pihak.

"Anggarannya biasa dari patungan. Kita harus bergerak cepat untuk mengantisipasi agar tidak semakin parah. Jadi suka tidak suka, mau tidak mau harus ditangani," ujarnya.

Nanti ini akan dilaporkan dan dikoordinasikan dengan Pemkot untuk solusinya bagaimana. Tapi saat ini fokus perbaikan darurat dulu mengingat kondisinya parah apalagi ini sebagai peninggalan sejarah.

"Nanti kita koordinasikan dengan Pemkot, sambil jalan lah. Terus terang kita deg-degan dengan kondisinya takut ambruk," papar dia.
 
Dalam perbaikan darurat ini ada enam pekerjaan. Fokus saat ini memasang penyangga dari bambu, setelah itu akan mengurangi beban di atas.

Baca Juga: Rugi Rp 8 Miliar, EO Gebyar UMKM di Alun-alun Keraton Solo Terkatung-katung Gagal Temui Gibran

"Ini ada enam pekerja. Untuk pengerjaan sudah tiga hari lalu," pungkas salah satu pekerja Dirman.

Kontributor : Ari Welianto

Load More