SuaraSurakarta.id - Soekarno dan Mohammad Hatta merupakan dua tokoh besar yang berjasa dalam kemerdekaan Indonesia. Keduanya memiliki persahabatan yang erat dan tulus, bahkan hingga akhir hayat.
Persahabatan Soekarno dan Hatta dimulai sejak mereka sama-sama menempuh pendidikan di Belanda. Keduanya bertemu di Algemeene Middelbare School (AMS) Bandung pada tahun 1921.
Saat itu, Soekarno dikenal sebagai sosok yang cerdas dan kritis, sedangkan Hatta dikenal sebagai sosok yang tenang dan bijaksana.
Kisah pertemanan mereka semakin erat ketika keduanya bergabung dengan organisasi pergerakan nasional, yaitu Partai Nasional Indonesia (PNI). Keduanya sama-sama memiliki cita-cita yang sama, yaitu membebaskan Indonesia dari penjajahan Belanda.
Pada tahun 1945, Soekarno dan Hatta menjadi proklamator kemerdekaan Indonesia. Keduanya bersama-sama membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di depan rumah Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta, pada tanggal 17 Agustus 1945.
Setelah Indonesia merdeka, Soekarno dan Hatta menjadi pemimpin negara. Soekarno menjabat sebagai presiden pertama Republik Indonesia, sedangkan Hatta menjabat sebagai wakil presiden pertama. Keduanya bekerja sama dalam membangun Indonesia yang merdeka dan bersatu.
Persahabatan Soekarno dan Hatta tetap terjalin erat, meskipun keduanya memiliki perbedaan pendapat dalam beberapa hal.
Soekarno dikenal sebagai sosok yang karismatik dan populis, sedangkan Hatta dikenal sebagai sosok yang rasional dan pragmatis.
Meskipun demikian, keduanya tetap saling menghormati dan menghargai. Soekarno selalu meminta pendapat Hatta dalam setiap keputusan penting yang diambilnya.
Baca Juga: Pertemuan Soekarno dan Marilyn Monroe: Antara Misteri dan Fakta
Pada tahun 1956, Hatta mengundurkan diri sebagai wakil presiden. Hal ini disebabkan oleh perbedaan pendapatnya dengan Soekarno mengenai kebijakan ekonomi negara. Namun, persahabatan keduanya tetap terjalin hingga akhir hayat.
Pada tahun 1967, Soekarno dilengserkan dari jabatan presiden oleh Jenderal Soeharto. Hatta yang saat itu menjadi ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) memberikan sambutan dalam sidang istimewa MPR yang memberhentikan Soekarno. Dalam sambutannya, Hatta mengungkapkan kesedihan dan kekecewaannya atas lengsernya Soekarno.
Pada tahun 1968, Soekarno meninggal dunia di Wisma Yaso, Jakarta. Hatta hadir dalam pemakaman Soekarno dan memberikan penghormatan terakhir kepada sahabatnya.
Hatta sendiri meninggal dunia pada tahun 1980. Persahabatan Soekarno dan Hatta yang erat dan tulus menjadi salah satu kisah persahabatan yang abadi dalam sejarah Indonesia.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Raffi Ahmad Batal, Ndarboy Genk dan Bayu Skak Putuskan Mundur, GSI Youth Fest di Solo Tetap Digelar
-
Belasan Karyawan Pabrik Tas Perempuan di Solo Alami Kesurupan, Teriak-teriak Histeris
-
Kisah Cinta Putri Mangkunegaran dan Bos Rosalia Indah: Sempat Putus 10 Tahun, Kini Bersemi Lagi
-
MilkLife Strikers Lolos ke Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia
-
Geger Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran, Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan!