SuaraSurakarta.id - Mahkamah Konstitusi (MK) diplesetkan menjadi Mahkamah Keluarga (MK) oleh mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim, Rizal Ramli.
Plesetan menjadi Mahkamah Keluarga ini jika Mahkamah Konstitusi memutuskan gugatan soal batasan usia calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) diturunkan dari usia 40 tahun.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menanggapinya dengan santai. Gibran minta malah tanya ke warga yang menilai.
"Itu biar warga yang menilai," terang Gibran, Kamis (12/10/2023).
Banyak yang menilai soal uji materi batas usia capres dan cawapres ke MK untuk memuluskan Gibran maju menjadi cawapres, Gibran pun enggan menanggapi.
"Itu biar warga yang menilai juga," katanya.
Gibran merasa tidak terusik dan tersinggung dengan adanya plesetan MK menjadi Mahkamah Keluarga. Apalagi ada yang menyebut untuk memuluskan ke karir politik yang lebih tinggi.
"(Terusik nggak?) Ndak. Monggo itu masukan dan penilaian dari warga," sambung dia.
Gibran menjelaskan bukan menjadi wewenang soal perlu diubah atau tidak tentang batas usia capres dan cawapres.
Baca Juga: Wih! KPU Bakal Revisi Kilat PKPU Kalau MK Kabulkan Gugatan Batas Usia Minimal Capres-Cawapres
"Wewenangnya kan bukan di saya. Itu monggo, itu para-para penggugat yang ditanya, jangan ditanyakan ke saya tapi penggugatnya," ungkapnya.
"(Kalau Mas Gibran setuju soal batas usia?) Itu biar warga saja yang menilai ya," lanjut dia.
Ketika disinggung soal langkah politik ke depan, Gibran menyebut mengalir saja.
Apalagi banyak dukungan yang datang baik relawan, warga, atau parpol agar maju sebagi cawapres.
"Kalau saya mengalir saja, santai. (Soal banyaknya dukungan ada kemungkinan maju cawapres?) Ya nggak tahu, kan umurnya nggak cukup," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Penuhi Nazar, Jamaah Haji Asal Kabupaten Semarang ini Jalan Kaki dari Asrama Haji Donohudan Boyolali
-
Tingkatkan Budaya Tertib Jalanan, Satlantas Polresta Solo Sapa Komunitas Motor
-
Keraton Solo Masih Dualisme, Pura Mangkunegaran Gelar Kirab Pusaka Malam 1 Suro dengan Sederhana
-
Dorong Kolaborasi Mahasiswa, FST UDB Surakarta Sukses Helat Expo dan Temu Alumni Nasional
-
Potensi Memanas, Kawat Berduri Terpasang di Pagar Keraton Solo Jelang Kirab Pusaka Malam 1 Suro