Arif mengakui membuat tokoh-tokoh politik ini sebenarnya tidak mengarah ke politik.
Ia pun membuat karya tokoh-tokoh politik ini dengan style kekinian tidak ada unsur penghinaan atau melecehkan.
"Itu kan karya, karyakan multi tafsir dari perspektif masing-masing orang bisa menilai, mengapresiasi bahkan membenci juga. Jadi bebas," terang dia.
Untuk bisa membuat satu karakter, hanya satu hari, kadang juga dua hari. Tergantung dari karakter yang akan dibuat.
"Satu hari bisa selesai, kadang juga dua hari," sambungnya.
Sejauh ini komentar netizen cukup bagus dan kebanyakan positif. Memang ada yang komentar negatif, itu pas karakter Pak Jokowi dan dianggap menghina simbol negara.
"Ada yang komentar negatif, tapi kebanyakan komentarnya positif. Dengan ini kan sebenarnya bisa memandang tokoh-tokoh tersebut bisa lebih cair," jelasnya.
"Itu kan bisa menjadi contoh brand-brand lokal yang belum membuat pakaian-pakaian seperti itu. Ini bisa menjadi referensi mereka," lanjut dia.
Kelas 5 SD
Baca Juga: Ajak Raffi Ahmad dan Gading Marten Jajal Kereta Cepat, Jokowi Malah Ditodong Tanda Tangan
Diceritakan, ia belajar desain sejak tahun 2008 saat kelas 5 SD. Awalnya itu di kampung ada taman cerdas, yang di situ ada edukasi tentang desain.
"Lalu saya tertarik untuk mempelajari terus selang satu bulan ibunya membelikan PC buat belajar di rumah," ungkapnya.
Namun karena krisis ekonomi, PC nya itu dijual untuk kebutuhan sehari-hari. Ia pun pindah ke warnet untuk belajar dan mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat.
"Saya sempat belajar di warnet karena PC dijual. Teman-teman pada Facebook (FB) dan game, saya belajar desain," terang warga Karangasem RT 02 RW 02 Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Solo ini.
Saat masuk SMP, ia direkrut sama seperti vendor untuk membuat request dari klien. Dari situ sudah mulai bekerja tapi itu cuma freelance.
"Tahun 2021 kemarin, saya coba ikut orang cuma balik lagi basic saya tidak bisa ikut orang. Karena tidak ikut orang itu saya bisa eksplore banyak," papar dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Bikin Nafsu Makan Meningkat, Menu Variatif Makan Bergizi Gratis Jadi Primadona Santri Karanganyar
-
Kisah UD Syafina: Berdayakan Warga Lokal dan Peternak Berkat Program Makan Bergizi Gratis
-
Sabar Menanti 20 Tahun, Mimpi Warga Boyolali Punya Jembatan Permanen Akhirnya Terwujud
-
Warga Solo Makin Punya Banyak Pilihan Layanan Kesehatan Berkualitas
-
Berkah MBG! Pedagang Jeruk Pasar Gede Solo Raup Cuan, Penjualan 7 Ton Sehari