Sumartono berharap siapapun wali kotanya nanti ke depan terus memberi ruang yang indah dan luas untuk semua agama yang ada di Solo.
Karena ke depan persaudaraannya akan semakin luar biasa antar agama.
"Toleransi di Kota Solo sudah cukup baik, ini terbukti dengan mendapat predikat nomor empat. Ini harus kita jaga dan tumbuh kembangkan agar kebhinekaan tunggal ika di Indonesia semakin menjadi percontohan," ucapnya.
Terpisah Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengakui penyelenggarakan event-event semua keagamaan di Solo memang jadi salah satu penilaian.
Balai Kota Solo maupun plasa depan balai kota atau Jalan Jenderal Sudirman bisa dipakai untuk siapa saja. Tidak ada perbedaan, semua boleh memakai.
"Mungkin itu salah satunya. Lumayan memang berada di nomor empat," tandas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Pasbata Duga Ada Operasi Giring Opini Negatif dengan Serangan Terstruktur ke Seskab Teddy
-
Kantor dan Gudang Baru JNE di Solo Perkuat Kapabilitas Digital hingga Dorong Pengembangan UMKM
-
Duh! Gara-gara Harga Aspal Naik, Sejumlah Proyek Jalan di Solo Tertunda
-
Viral Dosen UNS Lecehkan Perempuan di Kereta, Sanksi Cuma dapat Teguran Tertulis?
-
Tim Sparta Amankan Terduga Pekaku Pelecehan Seksual di Bendungan Tirtonadi