Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Senin, 03 April 2023 | 13:06 WIB
Indah Kurnia bersama Surabaya Pahlawan Jazz tampil, Sabtu (1/4/2023) untuk menghibur masyarakat Kota Solo dan penikmat jazz di Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo alam kegiatan bertajuk 'Ngabuburit Bareng Jazz Caravan'. [Dok]

SuaraSurakarta.id - Musik jazz di Indonesia tak bisa dilepaskan dengan sosok Indah Kurnia. Dia merupakan founder Surabaya Pahlawan Jazz.

Indah Kurnia bersama Surabaya Pahlawan Jazz tampil, Sabtu (1/4/2023) untuk menghibur masyarakat Kota Solo dan penikmat jazz di Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo alam kegiatan bertajuk 'Ngabuburit Bareng Jazz Caravan'.

Indah Kurnia pernah mendapat rekor MURI untuk menyanyi 714 lagu dan menjadi manajer wanita pertama yang sukses memenangkan Liga Indonesia bersama Persebaya.

Politikus PDIP tersebut mengaku senang bisa berdendang dan berkolaborasi dengan musisi jazz di Kota Solo sekaligus kota terakhir yang disinggahi setelah Yogyakarta.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ragam Tradisi Ngabuburit Unik Berbagai Daerah di Indonesia

Indah Kurnia menuturkan sedikitnya ada 16 musisi jazz yang tampil bergantian menghibur warga sembari ngabuburit di tiga kota dalam safari jazz karavan ini.

Dalam pertunjukkan tersebut, sejumlah musisi jazz seperti Harun and Friends, Totok Afiat, Hariono, Bagus, Reza, Desy Agustina, juga Mira Akbar ikut terlibat.

Acara itu juga dihadiri sebagai Kepala OJK Solo Eko Yunianto, Tony Indra Prasongko selaku Pimpinan Cabang BPJS Solo, Sekda Kota Surakarta Ahyani, Bapak Asbi dari BSI, Pimpinan Bank Indonesia Solo Nugroho Joko Prastowo, Ketua Perbarindo Soloraya Azis Soleh, Pimpinan area Pegadaian Solo Suwarno.

Tak ketinggalan pula putri politisi senior Partai Golkar, Akbar Tanjung, Sekar Krisnauli Tandjung yang ikut ikut tampil menyanyikan lagu 'Love'.

"Senang hari ini berada di Solo, ada kawan-kawan Sojazz, Surabaya Pahlawan Jazz, dan beberapa komunitas jazz lainnya. Bermusik di Pura Mangkunegaran sangat nyaman sekali, tempatnya sangat indah dan mulia," ungkap Indah Kurnia.

Baca Juga: Sedia Payung Saat Ngabuburit! Hujan Disertai Petir Diperkirakan Mengguyur Sebagian Jawa Barat Sore Ini

"Jazz itu identik dengan kemnyamanan dan kolaborasi. Itulah mengapa kita membawa jazz yang memang sedikit segmented, tidak semua orang menikmati jazz, tetapi sebagian yang kami bawakan jazz yang bukan mainstream sehingga masih bisa diterima," paparnya.

Sosok yang juga anggota Komisi XI DPR RI mengungkapkan, jazz dengan mobil karavan ini sudah berkeliling ke berbagai kota di Jawa sejak pandemi Covid-19 mulai melanda Tanah Air pada 2020.

Karavan memang menjadi pilihan untuk memfasilitasi para musisi menampilkan kemampuan bermusik dengan mudah.

Indah Kurnia menginisiasi sebuah karavan sebagai panggung untuk menggelar pentas musik jazz dari kota ke kota. Ini berawal dari masa pandemi Covid-19 yang membuat keterbatasan dalam bermusik.

"Karavan ini memudahkan untuk tampil, jadi inilah panggung kami di masa pandemi Covid-19. Saya create untuk teman-teman saya di Surabaya, karena saat itu shut down karena Covid-19 sehingga tidak bisa beroperasi, apalagi hiburan," ujar dia.

"Hingga saat ini, kelompok itu sudah lebih dari 50 kali tampil. Jika saat pandemi Covid-19 dulu semangat jazz karavan ini memberi panggung musisi bisa tetap tampil, nah, pada saat Covid-19 mereda ini semangatnya lebih merawat, agar spirit bermusik komunitas ini terus hidup," sambung Indah yang juga anggota Komisi XI DPR RI ini.

Dari musik jazz inilah, Indah Kurnia melihat adanya semangat kebersamaan dengan kesenangan bermusik. Menurutnya, jazz adalah musik yang bisa menjangkau semua kalangan dengan lintas genre.

"Saat dulu event Jazz to Campus, saya menyanyi Alamat Palsu yang dipopulerkan Ayu Ting-ting. Ternyata bisa di-jazz-in dengan diiringi Benny Likumahuwa dan Berry Likumahuwa, dan kolaborasi lagu itu masuk sekali," tutur sosok kelahiran Surabaya 11 Agustus 1962.

Load More