SuaraSurakarta.id - Sekitar 139 ribu bidang tanah atau 99 persen tanah di Kota Solo akhirnya bersertifikat.
Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Solo bersama Pemerintah Kota (Pemkot) terus mengebut sisa-sisa tanah yang belum bersertifikat.
"Sisanya kami akan terus bekerjasama dengan pemerintah kota untuk sertifikasi sisa-sisa yang belum tersertifikat," kata Kepala Kantor Pertanahan Kota Solo, Tensa Nurdiyati saat pemasangan 34 patok batas bidang tanah di Eks Makam Tinalan, Serengan, Jumat (3/2/2023).
Tensa memaparkan, patok batas bidang tanah itu nantinya akan disertifikasi menjadi milik warga yang sebelumnya menghuni tanah atau lahan negara.
"Warga di sini merupakan para penghuni yang sebelumnya bermukim di tanah atau lahan negara. Setelah pemasangan patok ini nantinya warga akan dibuatkan hunian permanen oleh Pemerintah Kota, lengkap dengan sertifikat tanahnya. Masing-masing patok batas bidang lahan ini berukuran 6×4 meter," ujar dia.
Dikatakan, upaya ini dilakukan dalam rangka akselerasi program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kementerian Agratia dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS) secara serentak di Indonesia. Dengan adanya patok-patok tersebut, masyarakat bisa mengamankan aset tanah/lahan masing-masing sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Seperti yang kami lakukan di eks Makam Tinalan ini dan warga-warga yang tinggal di tanah negara bebas lainnya yang masih ada di Solo terus kamu urus sertifikatnya," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Solo, Teguh Prakosa mengatakan, patok batas bidang lahan yang dipasang pada Jumat (3/2/2023) ini, mengawali upaya penataan eks Makam Tinalan menjadi Kawasan Wisata Kampung Blangkon.
Pihaknya, dalam waktu dekat bakal memulai tahapan lanjutan penataan dengan membangun rumah deret dua lantai untuk 33 KK terdampak dan satu fasilitas umum sesuai dengan patok-patok batas bidang lahan yang telah dipasang Kantor Pertanahan Kota Surakarta tersebut.
Baca Juga: Tren Positif Persis Solo Diputus Bhayangkara FC, Leonardo Medina Fokus Laga Selanjutnya
"Ini kan masuk rencana penataaan Kawasan Kampung Blangkon, sebagian lahan di sini eks makam yang sudah tidak dipakai dan sebagian merupakan tanah negara. Dalam rangka pemasangan 1 juta patok oleh Kementerian ATR/BPN ini juga kita manfaatkan untuk pembuatan hunian warga dan untuk rumah produksi (showroom) IKM Blangkon dan untuk UMKM lainnya," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pokja Penataan Kampung Blangkon, Iwan Haryono mengaku, sumringah mendapati pematokan dan rencana sertifikasi lahan menjadi milik warga itu.
Warga yang sudah puluhan tahun menghuni area pemakaman kampung itu pun berharap memiliki hunian dan lingkungan tempat tinggal yang lebih baik dengan rampungnya pembangunan itu.
"Sini itu kan tanah kuburan, namanya Makam Tinalan. Rencananya kan mau ditata untuk pengembangan wisata kampung blangkon. Warga ya manut sama pemerintah kota, mau dibangunkan rumah baru dan ada sertifikatnya warga sangat berterima kasih sekali. Harapannya jadi hunian yang layak dan meningkatkan semangat kerja bagi warga di sini," harapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Libur Lebaran Untungkan UMKM, Timus Goreng Karanganyar hingga Nanas Subang Diburu Pemudik
-
Lebih dari Sekadar Kopi: Menjelajah Sudut Baca Alternatif di Kopi Aloo Lokananta Solo
-
Duh! Atap di Pintu Gapit Kulon Keraton Solo Ambrol, Ditemukan Ada Tembok yang Retak
-
Kunjungi Guru Ngaji Jokowi, Gibran Minta Doa untuk Sang Ayah
-
Kaget Lihat Kondisi Keraton Kilen, Menbud Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi jadi Prioritas