SuaraSurakarta.id - Warga Kota Solo dikagetkan melonjaknya tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga tiga kali lipat jika dibandingkan tahun lalu.
Adanya kenaikan PBB tahun 2023 ini membuat warga merasa keberatan, apalagi dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Banyak warga yang menyampaikan keluhan naiknya PBB ke Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka lewat Unit Layanan Aduan Surakarta (ULAS).
Dari penelusuran melalui website Pemerintah Kota (Pemkot) Solo ULAS, Jumat (3/2/2023). Warga yang mengeluhkan kenaikan tarif PBB terus mengalir.
Warga juga mempersoalkan kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang ugal-ugalan.
"Assalamu'alaikum pak walikota, sy ibu rumah tangga, warga kelurahan panularan Solo. Ijin bertanya, knp tagihan PBB utk th 2023 ini naik nya luar biasa nggih. Sy sg semula 900 ribu nan, skr 3 jt lebih. Tentu itu sangat memberatkan pak. Kami sebenarnya maklum akan kenaikan2 tarif, tp nyuwun tulung, naiknya jangan ugal2 an pak. Lantas jk tdk sanggup membayar, lalu ada tunggakan, tentu semakin memberatkan. Pangapunten, sy khawatir ini akan menimbulkan keresahan di masyarakat. Pasti. Di kampung sy stlh pembagian tagihan PBB kmr, sdh pada heboh. Mohon kebijakannya pak. Matur nuwun," tulis Bernadette Sri Utami.
"Selamat Pagi Mas Gibran Saya mau lapor, saya baru aja terima tagihan PBB tahun 2023 kok naiknya banyak sekali yaa, NJOP ny naik 3 kali lipat Gimana ini mas? Terus terang kami keberatan, darimana uang segitu Saya hanya pegawai biasa. Kondisi ekonomi sedang sulit, sangat memberatkan untuk kami, mohon perhatiannya mas wali, terimakasih," ujar Solichah Novyana Putri.
Hal senada juga disampaikan Agustinus Adi Sri Tjahjono, yang menyebut PBB Kota Solo naik ugal-ugalan. Ia kaget saat menerima Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB tahun 2023 yang menjadi Rp 2.223.364. Padahal di tahun 2022 lalu, tagihan PBB-nya hanya di angka Rp 728.605.
Warga Kelurahan Gilingan ini juga mempertanyakan naiknya NJOP.
Baca Juga: Promosi Wisata Lampion Imlek di Solo, Gibran Disentil Netizen: Orang Islam Apa Boleh?
"Jangan memtang NJOP-nya tidak pernah naik lalu di hajar di tahun 2023. Hitungan nya juga tidak di sosialisasikan dan tidak ada pemberitahuan lebih dulu. Mohon bijaksana kalo menaikkan nilai NJOP. Di angka Rp 800 ribu-an lah...kui sing pokro lan pantes (itu sudah layak dan pantas),” tulis dia.
Kenaikan NJOP tersebut berdampak pada transaksi jual beli tanah yang dilaksanakan tahun sebelumnya.
Kasus ini yang disampaikan Yocke melalui ULAS. Di mana kliennya melakukan transaksi jual beli Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) tanah dengan nilai Rp 4,7 miliar di tahun 2022. Waktu PPJB diteken, nilai NJOP tanah tersebut di angka Rp 1,6 miliar.
Tapi saat Akta Jual Beli akan diproses bulan ini, nilai NJOP melonjak menjadi Rp 6 miliar.
"Saat ini saya sudah mengajukan permohonan banding untuk pajak BPHTB-nya di Pemkot. Tapi agak pesimis karena respon dari Pemkot kemarin juga kurang bagus. Padhal jelas jelas ada bukti lampiran PPJB, nilai jual beli di angka Rp 4.7 miliar tapi pajak harus bayar di angka njop Rp 6 miliar. Menurut saya sangat-sangat tidak fair,” tulisnya.
Sementara itu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan memang tarif PBB naiknya tinggi. Tapi stimulusnya juga tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Kantor dan Gudang Baru JNE di Solo Perkuat Kapabilitas Digital hingga Dorong Pengembangan UMKM
-
Duh! Gara-gara Harga Aspal Naik, Sejumlah Proyek Jalan di Solo Tertunda
-
Viral Dosen UNS Lecehkan Perempuan di Kereta, Sanksi Cuma dapat Teguran Tertulis?
-
Tim Sparta Amankan Terduga Pekaku Pelecehan Seksual di Bendungan Tirtonadi
-
Dari Dapur MBG, Santri Yatim Ini Bisa Menopang Ekonomi Keluarga