SuaraSurakarta.id - Satreskrim Polres Klaten berhasil mengungkap pelaku pemukulan terhadap mantan anggota DPRD Klaten berinisial YKP.
Pelaku diketahui berinisial JF (30) dan kini harus menjalani proses hukum sesuai dengan perbuataanya.
Melansir Timlo.net--jaringan Suara.com, KBO Sat Reskrim Polres Klaten Iptu Umar Mustofa menjelaskan, pemukulan bermula saat korban pergi ke masjid untuk salat subuh.
Korban kemudian berpapasan dengan pelaku dan sempat saling menyapa.
"Setelah selesai, korban beranjak pulang tapi di masjid melihat pelaku duduk di depan taman pendidikan Alquran (TPA). Pelaku langsung berdiri mendekati korban, memukul korban kena pelipis sampai korban terpental," kata Umar, Sabtu (14/1/2023).
Akibat kejadian ini, Tutur Umar, korban pusing mual dan diperiksa dokter mengalami gegar otak ringan sehingga opname tiga hari.
Tersangka lalu dicari dan diamankan di jalan Rajawali.
"Kita amankan tersangka di jalan Rajawali sedang mabuk, diamankan anggota Resmob. Motifnya karena dendam pribadi, dulu 2020 saat korban jadi ketua RT mengimbau agar tersangka dan teman-temannya tidak mabuk-mabukan," ucapnya.
Sementara itu, alasan tersangka melakukan pemukulan itu karena mempunyai dendam pribadi saat pandemi covid-19, bukan karena minuman keras. Saat ini, dirinya sudah menyesali perbuatannya.
Baca Juga: Aksi Pencurian di Minimarket Juwiring Klaten Terekam CCTV, Ini Ciri-ciri Pelakunya
"Waktu itu karena masalah portal di jaman covid-19, saya kan sering keluar malam. Mau masuk rumah tidak bisa karena semua portalnya ditutup gembok, jadi bukan karena minum minuman keras. Saya kalau minum di luar, tidak di rumah. Saya menyesal dan janji tidak mengulangi lagi," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia
-
Hujan Uang di Klaten! Pengunjung Rebutan Segepok Rupiah dari Atas Flying Fox
-
BRI Peduli Respons Cepat Gempa Flores, Bantuan Disalurkan ke Maumere dan Mbay
-
Keren! Warga Nguter Sukoharjo Buat Replika Menara Eiffel Setinggi 23 Meter dari Ratusan Bambu
-
Transformasi Digital BRI Bersama Danantara, BRImo Layani 49,7 Juta Pengguna