SuaraSurakarta.id - Polisi berhasil menangkap dua pelaku pembunuhan polisi pengamanan G20 yang berinisial FNS (22).
FNS terbunuh setelah terlibat perkelahian usah membatalkan bookingan cewek di MiChat. Kedua pelaku ternyata masih bocah ingusan masing-masing F (16) dan A (15).
Polisi pun mengungkap bagaimana peran kedua pekaku yang masih di bawah umur ini.
Kapolsek Denpasar Utara Iptu Carlos Dolesgit didampingi Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi menjelaskan, FNS ditugaskan dengan stand by di Hotel Aston, Denpasar. Akan tetapi, pada tengah malam dia memesan PSK lewat aplikasi MiChat.
Akhirnya FNS dan PSK berinisial Luh KDS sepakat bertemu di Hotel Permata Dana, Jalan Pidada V Ubung, Denpasar, pada Pukul 01.00 WITA.
Singkat cerita, korban FNS dan Luh KDS ribut karena korban ingin membatalkan transaksi dan meminta kembali uang.
Diduga korban membatalkan transaksi karena setelah melihat saksi Luh KDS secara langsung, tidak sesuai dengan pada foto yang dipampang di aplikasi MiChat.
Keributan pun terjadi karena Luh KDS tidak mau mengembalikan uang yang telah diberikan. Akhirnya Luh KDS , perempuan asal Kubutambahan, Buleleng, ini berteriak hingga didengar pengunjung lain.
Nah, setelah mendengar teriakan saksi, kedua pelaku F dan A datang. Terjadilah perkelahian antara kedua pelaku dengan korban.
Saat melakukan aksi yang berujung pada kematian anggota polisi tersebut, pelaku A dikatakan menendang korban. Saat korban terjatuh langsung ditusuk pelaku F di leher bagian kanan.
"Tusukan itu membuat korban mengalami luka berat di leher bagian kanan sehingaga korban menjadi kritis, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Wangaya Denpasar, namun nyawanya tidak tergolong," jelas Sukadi melansir Suara Denpasar, Jumat (18/11/2022).
Ketut Sukadi menjelaskan saat ini motif pembunuhan itu masih didalami. Dikatakan, saat ini pelaku berinisial F (16) dan A (15) masih diamankan.
"Dalam proses penyelidikan," paparnya.
Atas kejadian itu, pihak hotel ketika dimintai keterangan, mengaku tidak berani memberikan keterangan karena telah menyerahkan kasus itu kepada pihak yang berwajib.
"Agar satu pintu, keterangannya bisa ditanyakan kepada pihak kepolisian yang menangani kasus ini," kata manajemen hotel yang tidak mau menyebutkan namanya itu terkait pembunuhan polisi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar
-
Hasil Porprov Jateng 2026: Tumbang dari Semarang, Tim Softball Solo Sabet Medali Perak
-
Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi
-
Undangan Sudah Diterima, Jokowi dan Ajudan Tegaskan Bakal Hadir Jadi Saksi di Sidang Roy Suryo
-
Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'