SuaraSurakarta.id - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Mantan Wali kota Solo FX Hadi Rudyatmo mendapatkan sanksi dari DPP PDI Perjuangan. Mereka dianggap melanggar aturan di partai yang berlambang kepala banteng tersebut.
Namun demikian, apakah sanksi yang diberikan kepada Ganjar dan Rudy akan berdampak buruk kepada kedua politisi tersebut?
Pengamat politik asal Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Agus Riwanto menyebut sanksi yang diberikan oleh PDI Perjuangan (PDIP) kepada sejumlah kader memberikan dampak positif bagi partai maupun kader yang bersangkutan.
"Kalau dilihat dari budaya pop, sebenarnya saya lihat ini upaya PDIP justru ingin membuat simpati publik kepada tokoh-tokoh PDIP yang diduga menyatakan diri mencalonkan presiden dan mendukung capres, yang menyatakan kesiapan capres kan Pak Ganjar, yang mendukung kan Pak Rudy," kata Agus Riwanto dikutip dari ANTARA pada Jumat (28/10/2022).
Menurutnya kondisi tersebut layaknya Pemilu 2004 di mana pada saat itu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memperoleh banyak simpati publik, karena perselisihan dengan Megawati Soekarnoputri.
"Saat itu SBY dapat simpati publik yang tinggi, rating SBY naik. Kira-kira PDIP ingin memainkan narasi itu, jadi itu untuk PDIP lagi," katanya pula.
Selain itu, dia menyatakan, ada kesan bahwa PDIP ingin menegaskan sebagai partai yang sedang berkuasa, sehingga ketua umum yang seharusnya menyatakan siapa yang menjadi capres.
"Kalau ada orang yang berbicara sebelum ketua umum berbicara, maka itu tidak elok dan harus diberi sanksi. Jadi buat saya ini strategi politik yang dimainkan PDIP untuk meraih simpati publik, untuk PDIP sendiri dan menaikkan rating itu sendiri," kata dia. Dengan strategi tersebut diharapkan publik memberi ruang simpati pada partai maupun kader.
"Jadi sekali lagi, ini positif bukan negatif," katanya lagi.
Baca Juga: Pulang Usai Dipanggil DPP PDIP dan Kena Sanksi, FX Rudy Disambut Ratusan Kader
Sementara itu, dengan memberikan sanksi itu, partai sedang mempertimbangkan siapa tokoh yang akan dicalonkan sebagai calon presiden.
"Mau Ganjar atau Puan, dua-duanya sama kuat. Kalau PDIP melihat animo publik berdasarkan survei, tampak Ganjar hasilnya lebih tinggi dibandingkan tokoh lain," kata dia.
Bahkan, ia menilai sanksi yang diberikan kepada Ganjar Pranowo serius, namun juga tidak serius.
"Seriusnya sampai dipanggil ke Jakarta, tidak seriusnya cuma ada sanksi teguran. Ada nggak suratnya, secara hukum kan itu bukan sanksi, itu sanksi moral namanya. Kalau secara hukum sanksi itu ditulis, sanksinya apa, kapan dikeluarkan, siapa yang menandatangani, dan itu dipublikasikan ke masyarakat. Kan nggak juga," katanya.
Melihat kondisi saat ini, menurut dia, partai ini akan lebih melihat bahwa posisi survei publik itu lebih menentukan daripada keinginan partai.
"Saya yakin partai ini akan realistis," katanya pula.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat
-
BRI Dorong Remitansi PMI Jadi Modal Usaha Produktif Melalui Pelatihan Kewirausahaan di Taiwan
-
Viral, Mobil Operasional KDMP Digunakan ke Solo Paragon Mall
-
Jokowi Minta Kader PSI Ubah Cara Kerja Organisasi demi Hadapi Pemilu 2029
-
IIF Genjot Pembiayaan Infrastruktur, Nilai Komitmen Baru Tembus Rp2,5 Triliun pada Semester I 2026