SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ikut menanggapi kasus kekerasan seksual yang diduga terjadi di lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di salah satu fakultas di UNS.
Gibran meminta agar korban bisa segera melapor dan tidak takut daripada menulis di media sosial (medsos).
"Harusnya yo lapor, ora nge-tweet. Kene ameh ngewangi, ngewangi piye, nek wegah lapor (Kita bagaimana mau membantu kalau nggak lapor_," terang dia, Senin (10/10/2022).
"Sing arep ngewangi piye nek ra gelem lapor, malah sambat tok neng sosial media," sambungnya.
Putra sulung Presiden Jokowi ini menegaskan akan melindungi dan menjaga keselamatan korban yang melapot.
"Yo pasti nu. Nek uwes dilaporkan otomatis jadi tanggung jawab kita semua. Privasi dijaga ya bisa, langsung lapor wae, kita semua ada untuk membantu," ungkap dia.
Gibran sempat menyamakan kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang selebram belum lama ini. Sama korbannya tidak mau melapor tapi malah menulis di medsos dan menjadi viral.
"Sama seperti kasus yang dulu. Sudah dibantu, tapi korban tidak mau melapor," katanya.
Seperti diketahui, kasus dugaan kekerasan seksual yang terjadi di kampus UNS berawal sebuah thread di twitter dan viral di media sosial.
Baca Juga: Waduh! Gara-gara Kena Asam Lambung, Gibran Harus Bawa Obat ke Kantor, 4 Hari Tumbang
Thread tersebut dibagikan oleh akun Twitter @promaagbos pada Jumat (7/10/2022).
Dalam Thread tersebut, tertulis kalimat sebagai berikut :
"PELECEHAN SEKSUAL DAN PENCEMARAN NAMA BAIK OLEH PRESBEM FAKULTAS 2022! Aku sebagai saksi bikin thread ini udah disetujui korban dan biar gaada korban lain. Cerita ini berdasarkan kesaksian tiga korban dan aku bagi jadi dua topik. Pelaku dan korban adalah laki-laki A THREAD," tulisnya.
Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UNS, Ismi Dwi Astuti Nurheani mengatakan hingga saat ini belum ada laporan yang masuk. Pihaknya tetap melakukan pemantauan melalui akun Instagram Satgas PPKS UNS.
"Kami pantau lewat Instagram. Jadi di situ sudah mengunggah sikap dari PPKS UNS," jelas dia.
Dikatakannya, kasus yang diduga melibatkan Presiden BEM ini sifatnya delik aduan. Sehingga harus ada yang korban melaporkan terlebih dahulu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
All Stars Solo Terhenti di Perempat Final MLSC All-Stars 2026, Pelatih Bangga dengan Perjuangan Tim
-
Gara-Gara Baliho Ulang Tahun Jokowi, Wali Kota Solo Diperingatkan Gerindra
-
Jokowi Siapkan Agenda Keliling Indonesia, Besok ke Lampung
-
Dapur SPPG Ketaon Boyolali Dibobol Maling, Kerugian Capai Rp21 Juta
-
Lebih dari Sekadar Lari: Soeharso Inclusive Run 2026 Rayakan Keberagaman dan Kesehatan