SuaraSurakarta.id - Nasib apes dialami seorang nenek bernama Mbah Kijem yang menjadi korban penipuan petugas yang mengaku sebagai pencatatan penerima bansos.
Akibatnya, warga Dusun Gledegan RT 01 RW 02, Desa Pondok, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri itu harus kehilangan cincin emas.
Kasus itu sempat viral di media sosial hingga menjadi perbincangan masyarakat maupun warganet.
Melansir Timlo.net--jaringan Suara.com, Senin (10/10/2022), korban sebelumnya didatangi oleh seorang pria tak dikenal seolah petugas pemerintah dan menanyakan terkait bantuan sosial (bansos) yang diterimanya.
Kepala Desa (Kades) Pondok Kecamatan Ngadirojo Sularno menjelaskan, orang tak dikenal itu menyaru layaknya seorang petugas pemerintah.
Orang tak dikenal tersebut kemudian masuk ke dalam rumah dan meminta agar nenek itu melepas cincinnya dan ternyata malah mengambil cincin nenek tersebut.
“Iya betul, itu warga kami. Namanya Mbah Kijem warga Dusun Gledegan RT 01 RW 02. Kalau umurnya Mbah Kijem sekitar 65 tahun, sudah tua,” kata Sularno
Menurut dia, kejadian yang terjadi baru-baru ini itu adalah penipuan. Dimana awalnya pelaku mengaku merupakan petugas dari kecamatan yang sedang melakukan survei penerima bantuan. Atas peristiwa itu, korban kehilangan dua buah cincin miliknya.
"Itu cincin emas tua sepertinya. Mungkin sekitar Rp 5 juta," ujar dia.
Baca Juga: Catut Nama Perusahaan Raffi Ahmad untuk Tipu Korban, Enam Pria di Sulsel Diringkus Polisi
Menurut Sularno, peristiwa penipuan dengan modus serupa sudah dua kali terjadi di Desa Pondok. Semua korbannya adalah lansia dan lokasi beraksi pelaku di pinggiran kampung.
"(Pelaku) ngakunya dari kecamatan. Ngasih info soal bantuan," paparnya.
Sementara itu, Camat Ngadirojo Andika Krisnayana juga telah mendengar informasi soal adanya kabar tersebut. Itu juga telah diselidiki oleh kepolisian.
Pihaknya juga mewanti-wanti agar masyarakat bisa lebih mewaspadai adanya orang tak dikenal yang mengaku melakukan survei atau pendataan. Pasalnya, saat ini memang ada sejumlah pendataan yang dilakukan sejumlah pihak.
Pendataan yang dilakukan saat ini menurut camat, diantaranya adalah pendataan keluarga, Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) dari BPS dan pendataan geotagging kemiskinan.
"Analisa kami, pelakunya ini mungkin paham kalau banyak pendataan. Nah dia memanfaatkan momentum ini," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia
-
Hujan Uang di Klaten! Pengunjung Rebutan Segepok Rupiah dari Atas Flying Fox
-
BRI Peduli Respons Cepat Gempa Flores, Bantuan Disalurkan ke Maumere dan Mbay
-
Keren! Warga Nguter Sukoharjo Buat Replika Menara Eiffel Setinggi 23 Meter dari Ratusan Bambu
-
Transformasi Digital BRI Bersama Danantara, BRImo Layani 49,7 Juta Pengguna