Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa saat menggunakan motor listrik ke Balai Kota Solo. (Suara.com/Ari Welianto)
Teguh inden motor listrik itu bulan Maret 2022 kemarin saat Presiden Jokowi mau mengunjungi Universitas Sebelas Maret (UNS). Pada waktu itu rencana akan disiapkan sepeda motor listrik tiga unit dari gedung utama ke STP.
"Tapi prakteknya paspampres tidak mengizinkan. Lalu saya inden satu unit, jadi pasca acara di UNS motor saya keluar, jadi pesannya sudah lama tapi baru dipakai," sambungnya.
Penggunaan kendaraan listrik ini sesuai arahan dari Presiden Jokowi. Kedepan pastinya akan dipersiapkan membangun stasiun pengisian dayanya.
"Sudah warga yang punya kendaraan listrik. Tinggal nanti di bangun stasiun pengisiannya," tandas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Ini Program Wali Kota Solo untuk Mengentaskan Angka Pengangguran dan Kemiskinan
-
Tangisan Driver Ojol Penghasilannya Turun Drastis, Dulu Bisa Rp300 Ribu Per Hari, Sekarang Sulit
-
Hadiri Rakorwil Papua Pegunungan, Kaesang Tegaskan Papua Juga Harus Semaju Daerah Lain
-
Angka Pengangguran di Kota Solo Lebih Tinggi dari Daerah di Soloraya, Capai 13,5 Ribu Jiwa
-
Ditjen Hubla Kemenhub Digugat ke PTUN Jakarta Terkait Konsesi Alur Mahakam