"Kinang ini dikunyah langsung, katanya biar awet muda," imbuhnya.
Ia pun merasa senang bisa berjualan lagi di perayaan sekaten ini. Karena selama dua tahun kemarin tidak ada sekaten gara-gara pandemi.
"Senang bisa jualan lagi. Jualan sambil nglalap berkah dari sekaten," tutur dia.
Hal senada juga disampaikan pedagang lain, Mari (65) yang berjualan telur dan kinang sudah puluhan tahun.
"Sehari-hari saya jualan nasi, jenang dan ketan di rumah. Jualan telur asin dan kinang hanya pas sekaten saja," ungkap warga Baki, Sukoharjo ini.
Menurutnya, kalau bulan maulud itu telur asin itu disebut amal, sedangkan kinang dikunyah biar awet muda. Kalau untuk telur asin kalau bahasa jawanya endhog amal, jadi itu amalnya.
"Ada itu ada maknanya. Tapi saya tidak tahu secara detailnya," ucap dia.
Ia rencana jualan di sini selama satu minggu atau sampai gamelan sekaten tidak ditabuh lagi. Bahkan rencana tidak pulang tidur di sini.
Untuk penghasilan yang didapat tidak menentu dalam satu hari. Kadang dapat Rp 100 ribu, kadang kurang dan lebih juga.
Baca Juga: Terjunkan 100 Pasukan di Pasar Malam Sekaten, Wakapolresta Solo: Pelaku Kriminal Bakal Kami Sikat!
"Tidak menentu dapat berapa tergantung pembeli. Tapi ini ramai, apalagi setelah dua tahun ini tidak jualan karena pandemi," terangnya.
Sementara itu Tafsir Anom Keraton Solo, KRT Muhtarom mengatakan kinang itu salah satu tradisi sekaten yang memiliki makna Islam itu memiliki rukun Islam.
Rukun Islam itu ada lima, kinang itu terdiri dari suruh. Suruh melambangkan dua kalimat syahadat, gambir melambangkan shalat.
Ada injet adalah puasa, susur itu zakat dan kembang kantil itu haji.
"Empat unsur itu pahit semua. Kalau semua dijalankan secara simultan sudah bagus," pungkas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Ika Wonda Hattrick, MilkLife Strikers Buka Singa Cup 2026 dengan Kemenangan Telak
-
Latihan Jadi Pengusaha Digital, Santri di Solo Mimpi Buka Warung Pecel Lele
-
Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!
-
Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum
-
Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar