SuaraSurakarta.id - Polres Malang diketahui sudah mengajukan permohonan perubahan jadwal pertandingan antara Arema FC versus Persebaya Surabaya dalam lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.
Seperti diketahui, kerusuhan pecah setelah laga yang dimenangkan tim tamu tersebut. Tragisnya, hingga data terakhir sebanyak 187 orang meninggal dunia dalam tragedi Stadion Kanjuruhan.
Dalam surat permohonan bernomor yang dikirimkan 19 September 2022, Polres Malang berdasarkan rujukan meminta panitia pelaksana (Panpel) untuk mengajukan perubahan jam pertandingan kepada PT Liga Indonesia Baru.
Perubagan jam tang dimaksud adalah kick off yang awalnya pukul 20.30 WIB menjadi 15.30 WIB dengan pertimbangan keamanan.
Namun, surat permohonan perubahan jam pertandingan mendapat penolakan dari PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi.
Melalui surat Nomor 497/LIB-KOM/IX/2022 yang ditandatangani Direktur Utama Akhmad Hadian Lukita, PT LIB menolak perubahan jam tersebut.
"PT LIB menyampaikan bahwa meminta klub Arema FC untuk berkoordinasi secara optimal kepada pihak kemanan dalam hal ini khususnya Kapolres Malang untuk tetap melaksanakan pertandingan BRI Liga 1 2022/2023 NP 96 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan," bunyi surat itu.
Akibat tragedi memilukan itu, Presiden Joko Widodo resmi menghentikan sementara lanjutan BRI Liga 1 2022/2023.
"Saya juga memerintahkan PSSI menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi perbaikan prosedur pengamanan dilakukan," kata Jokowi dalam keterangan siaran Sekretariat Presiden, Minggu (2/10/2022).
Presiden juga memerintahkan Menpora Zainudin Amali, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan untuk melakukan evalausi menyeluruh tentang pelaksanaan sepak bola hingga prosdedur pengamanan penyelenggaraanya.
"Khusus kepada Kapolri, saya minta lakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus itu," tegas presiden.
"Saya menyesalkan tragedi ini. Saya berharap ini tragedi terakhir sepak bola di Tanah Air, jangan sampai ada ada lagi tragedi kemanusiaan seperti ini. Sportivitas kemanusiaan dan rasa persaudaraan harus terus kita jaga bersama," tambah pria asal Solo tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Kerusuhan Renggut Ratusan Nyawa di Stadion Kanjuruhan, Netizen Ini Jelaskan Detik-detik Insiden Tersulut
-
Tragedi Arema FC vs Persebaya, Tagar Kanjuruhan Trending Topic: Penyalahgunaan Gas Air Mata
-
Jam Kick Off Terlalu Malam dan Tiket Dicetak Over Kapasitas, Mahfud MD Sentil Panitia Pertandingan yang 'Tutup Kuping'
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Aksi Nekat Maling di Kadipiro Gagal Total, Tim Sparta Polresta Solo Amankan Terduga Pelaku
-
Solo Disebut Urutan Kedua Kasus HIV/AIDS di Jateng, Ini Respon Respati Ardi
-
Tim Gabungan Polresta Solo Perketat Pengawasan Tempat Hiburan Malam Jelang Libur Panjang
-
Daya Beli Masyarakat Ambyar, Penjualan Hewan Kurban di Kota Solo Turun 20 Persen
-
Marak Teror Pocong Viral di Media Sosial, Polresta Solo Imbau Warga Tetap Waspada