Ia pun mengakali tetap memakai kompos gas lpg 3 kg untuk memasak air. Karena kalau panci buat masak air lalu dipakai juga buat masak sayur tidak enak.
"Peralatan masak masih kurang memadai dan harus khusus, kalau pakai kompor gas semua bisa pakai. Saya masih memakai kompor gas," sambungnya.
Pakai kompor listrik, lanjut dia, lebih aman dan ramah untuk anak jika dibandingkan menggunakan kompor gas.
"Saat memasak tidak berbahaya ke anak-anak. Misal anak ikut lihat, tidak bahaya, anak usia 10 tahun bisa pakai sendiri seperti menaruh plastik sampingnya juga tidak terbakar," jelas dia.
Tapi pemakai listrik lebih cepat habis, kebetulan memakai sistem pembayaran pulsa. Jika biasanya Rp 50 ribu, bisa untuk dua minggu, sekarang hanya bisa 10 hari saja.
Sementara itu Lurah Mojo, Nurochman menambahkan jika data penerima kompor listrik hasil survey dari PLN yang menggandeng LPPM UNS.
Data awal memang campuran ada yang dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ada yang diluar itu. Pada perkembangannya ada seleksi penerima.
"Terakhir hasil survey ada sekitar 121 penerima, tapi ada tambahan 60 lebih. Total sekarang yang menerima itu sekitar 174 penerima," terangnya.
Selama penggunakan kompor listrik sejauh ini belum ada laporan dari warga. Karena ini suatu proses konversi pasti ada konsekuensinya.
Baca Juga: Pro Kontra Konversi Kompor Listrik: Gak Cocok Buat Masakan Indonesia?
"Mereka yang merasakan memang ada plus minusnya. Kami sebagai pelaksana tidak bisa mengkritisi sebuah kebijakan," tegasnya.
Kontributor : Ari Welianto
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Mengenal Inesial F Umpan Cantik Pemikat Warga Amerika hingga Gasak Uang Rp41 Miliar
-
Kedok Pig Butchering Sukoharjo: Ini 5 Fakta Menarik Sindikat Kripto yang Kuras Rp41 Miliar Warga AS
-
Markas Pig Butchering Sukoharjo Digulung: 11 WNA Jadi Tersangka, Kuras Rp41,1 Miliar Milik Warga US
-
Aksi Nekat Maling di Kadipiro Gagal Total, Tim Sparta Polresta Solo Amankan Terduga Pelaku
-
Solo Disebut Urutan Kedua Kasus HIV/AIDS di Jateng, Ini Respon Respati Ardi