SuaraSurakarta.id - Video viral curhatan pilu putri raja Keraton Solo atau Keraton Kasunanan Surakarta, Gusti Raden Ayu (GRay) Devi Leylana, dan GRay Ratih Widyasari, yang tak bisa menemui sang ayah yakni Sinuhun PB XIII di Ndalem Sasono Narendra.
Dalam video yang diunggah Channel Youtube Peristiwa Kota Solo dan dilansir Suarasurakarta.id, sosok yang akrab disapa Gusti Devi itu menceritakan kronologi dirinya dua kali ditolak bertemu sang ayah.
Sebelumnya, penolakan serupa sempat dialami GRay Devi Lelyana Dewi atau yang kerap disapa Gusti Devi, usai dirinya tak bisa memasuki Ndalem Sasono Narendra rumah Sinuhun PB XIII, 30 Juni silam
Gusti Devi, menuturkan pada awalnya dirinya sengaja pulang ke Solo pada event tersebut. Karena, sudah berulang kali dia mencoba bertemu dengan Sinuwun selalu gagal.
"Saya datang sekitar pukul 21.00 WIB, masuk lewat pintu Talangpaten Komplek Keraton Kasunanan Surakarta tidak bisa, kemudian lewat Kamandungan mencoba untuk masuk tapi ngak bisa juga," ungkap Devi.
Gusti Devi menuturkan, saat berada di Kori Kamandungan, dirinya juga dihadang oleh oknum abdi dalem dan petugas kepolisian, untuk tidak diperbolehkan masuk pada acara pagelaran yang rutin diadakan setiap tahun sekali itu.
Kemudian, muncul Nawolo atau Titah dimana intinya Gusti Devi dan Gusti Ratih dilarang masuk kedalam lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta. Pembacaan Nawolo ini dilakukan sekitar pukul 23.00 WIB.
Mendengar hal tersebut, Devi mengaku tak bisa membendung air matanya. Sebab, Nawolo ini hanya diterbitkan bila ada keluarga yang melakukan kesalahan fatal terhadap keraton. "Terus selama ini saya menyalahi keraton seperti apa. Kan sangat aneh," ujar dia.
Namun yang aneh, lanjut Devi, saat dirinya dan adiknya Ratih akan meminta Nawolo tersebut, perwakilan keraton ini enggan memberikan.
Baca Juga: Tak Teriak Naik Wahana Kora-Kora di Pasar Malam, Ekspresi Bocah Ini Santuy Banget
"Bahkan sekadar melihatpun tidak diperbolehkan. Mau saya foto tidak boleh. Apakah benar Nawolo ini keluar dari Sinuwun, apakah ada tanda tangannya bapak atau tidak. Tapi tidak diperbolehkan untuk melihat," jelasnya.
Sontak saja, video itu langsung mendapat tanggapan dari warganet di kolom komentar.
"Ternyata jadi putri keraton tak sebahagia yang kita bayangkan," tulis @siti*****.
"Sangat mengharukan ya. Sedih amat orang biasa mungkin akan berpikir enak banget jadi anaknya raja atau orang berpengaruh," tambah @poni***.
"Gak kebayang Gusti Devi hancur nya seperti apa di momen itu, diintervensi dengan pasukan brimob bersenjata segitu banyak," tulis @Jara**** mengomentari video viral curhatan pilu putri raja Keraton Solo.
Berita Terkait
-
Gempar Pasangan Remaja Diduga Sesama Jenis Umbar Kemesraan hingga Cium Bibir di Mal Bogor, Publik Geram: Naudzubillah
-
Video Viral Anggota DPR RI Joget Sikok Bagi Duo, Publik: Gaji - Tunjangan Gede, Kerja Main-main
-
Video Viral Bendera Merah Putih Tak Lazim di Jakarta, Publik: Itu Panji Laskar Wilwatikta
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
BRI Peduli Perluas Kesempatan Kerja Inklusif bagi Disabilitas lewat Pelatihan dan Pemagangan
-
480 Siswa SD Adu Ketangkasan di MilkLife Festival SenengMinton Solo 2026
-
Haul Habib Ali Diprediksi Dihadiri Ribuan Jamaah, 480 Personel Disiagakan
-
Usai Tunjukan KTA, Jokowi Tegaskan Serius Besarkan PSI
-
Jokowi Buka Suara Soal Penunjukan Komjen Suyudi Gantikan Listyo Sigit: Sudah Saatnya!