"Ada selamatan terlebih dahulu ketika mau membawa gerbong pesiar ke Surakarta," sambung dia.
Menurutnya, untuk membawa gerbong pesiar ini lebih mudah jika dibandingkan saat membawa pulang gerbong jenazah.
Kalau gerbong pesiar lebih mudah di bawa meski harus beberapa kali berhenti selama perjalanan Semarang-Surakarta.
Kalau gerbong jenazah itu berhenti tiba-tiba beberapa kali di sejumlah tempat. Untuk menjalankannya harus didoakan dulu dan dikasih minyak.
"Jadi gerbong pesiar lebih untuk di bawa waktu itu. Hanya berhenti berapa kali walaupun jaraknya Semarang-Surakarta," jelas dia.
Kenapa ditempatkan di lokasi terbuka di Alun-alun kidul itu diharapkan bisa dinikmati oleh masyarakat secara bebas.
Lalu dulu ada semacam dibuat diorama, perjalanan seorang manusia dari lahir sampai meninggal.
Jadi gerbong kereta pesiar ditempatkan disisi timur yang menandakan kehidupan. Kalau gerbong kereta jenazah disisi barat yang menandakan kematian.
Kontributor : Ari Welianto
Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun ke-74, Raja Keraton Solo Terharu dan Menangis Saat Tiup Lilin dan Potong Kue
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Kemenpora Beri Penghargaan Indonesia Sports Industry of the Year 2026 kepada BRI
-
Firasat Aneh Kakak-Adik Korban Kapal Virgo: Minta Pakaian Dicuci Ibu hingga Ingin Tidur Bersama
-
Sopir Truk Asal Solo Jadi Korban Kapal Virgo, Ternyata Naik Pakai KTP Saudara Kembar
-
Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya
-
Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu