SuaraSurakarta.id - Psikolog Tika Bisono mengatakan masa libur sekolah bisa dijadikan momen mengasah kecakapan hidup, lifeskill.
Misalnya menerapkan protokol kesehatan seperti tidak berlibur di tempat ramai, rajin mencuci tangan dan mengganti baju ketika sudah di rumah.
"Jadi ketika liburan lifeskill itu ada, ya itu yang akan dilakukan anak-anak. Dia liburan sambil buang sampah, dia liburan sambil makan yang sehat, dia liburan sambil belajar budaya. Itu kan lifeskill,” ungkapnya dilansir dari ANTARA lewat, Rabu (29/6/2022).
Selain itu, orangtua juga bisa mencari inspirasi agar masa libur sekolah bisa menjadi momen menyenangkan bagi anak walaupun hanya di rumah dan jauh dari gadget.
Inilah saat kreativitas dan kearifan orangtua diuji, juga kemampuan bersikap demokratis dan mau mendengarkan serta mengutamakan anak. Ia melanjutkan, nantinya ini akan menjadi tolok ukur apakah orangtua sudah menjalankan pola pengasuhan, parenting, dengan baik
"Jadi kata kuncinya adalah kembali ke alam tanpa gadget. Itu liburan yang menyenangkan seperti itu," kata psikolog lulusan Universitas Indonesia (UI) itu.
Untuk mempersiapkan anak memasuki tahun ajaran baru, menurut Tika orangtua harus belajar mendengarkan keluh kesah anak selama kegiatan belajar kemarin. Bagi orangtua yang anaknya baru akan masuk sekolah, Tika memberi saran untuk sering bertanya kepada orangtua lain yang sudah berpengalaman.
"Harus keduanya untuk membicarakan persiapan sekolah, tidak hanya anak. Terutama orangtua dan guru," kata dia menambahkan.
Dikutip dari kalender pendidikan 2021/2022 dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, libur panjang 2022 akan dimulai pada Sabtu, 25 Juni 2022 dan akan berakhir pada Sabtu, 9 Juli 2022. Sedangkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran baru 2022/2023 akan dimulai pada 11 Juli 2022.
Baca Juga: Anak Difabel Jadi Korban Kekerasan Seksual, Kak Seto Minta Pelaku Dihukum Berat
Sementara itu, salah satu orangtua murid, Dewi Astari, mengatakan dia telah persiapan memasuki tahun ajaran baru ia mulai dengan mengubah kebiasaan di rumah dan membeli perlengkapan sekolah seperti sepatu baru dan buku tulis.
"Sudah mulai aku biasakan untuk bangun pagi lalu sarapan," ucap Dewi melalui sambungan telepon dengan ANTARA, Rabu.
Ia pun juga mendiskusikan pada anaknya kondisi yang mungkin akan didapati di sekolah barunya dan menyiapkan mental anak karena jenjang Sekolah Dasar membutuhkan waktu 6 tahun.
"Dia senang karena (dapat) teman-teman baru jadi aku pelan-pelan kasih tahu (SD) berbeda dengan TK karena temannya banyak jadi kamu harus udah siap adaptasi," tambahnya.
Karena kesibukannya bekerja, untuk mengisi waktu libur ia memanggil guru les ke rumah dan berjalan-jalan saat akhir pekan.
"Sebentar lagi masuk sekolah yang jadwalnya padat jadi mau menginap ke luar kota sebelum dia masuk untuk refreshing," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Sinergi Puspo Wardoyo dan Kepala Sekolah: Mewujudkan Generasi Emas Lewat Sepiring Makanan Bergizi
-
Bukan Pesta Kembang Api, Momen Unik Kaliepepe Land Berbagi 20 Ribu Paket MBG di Malam Tahun Baru
-
SISTA Berikan Donasi untuk Korban Bencana Sumatera Utara dan Aceh Tamiang
-
10 Lokasi di Kota Solo Ini Bakal Ramai Dikunjungi Saat Tahun Baru, Awas Macet Total!
-
Aria Bima Resmi Pimpin DPC PDIP Kota Solo, Tak Ada Nama FX Rudy dan Teguh Prakosa dalam Kepengurusan