SuaraSurakarta.id - Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo menyebutkan jumlah calon haji asal Jawa Tengah yang meninggal dunia di Arab Saudi bertambah satu, sehingga menjadi tiga orang.
Koordinator Humas PPIH Embarkasi Solo Sarip Sahrul Samsudin mengatakan, tambahan satu orang yang meninggal atas nama Yuli Nurani Hidayah (56), warga Plarangan Kabupaten Kebumen, Jateng, tergabung kloter 27.
Jamaah asal Kebumen tersebut meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi, pada Sabtu (25/6), pukul 12.30 Waktu Arab Saudi (WAS), karena sakit "Cardiovascular Disease". Jenazah kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum Sharae Mekkah.
"Dengan bertambahnya satu orang meninggal asal Jateng ini, sehingga totalnya Embarkasi Solo menjadi tiga orang," kata Sarip dikutip dari ANTARA di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Jateng, Minggu (26/6/2022).
Sarip mengatakan jumlah jamaah Embarkasi Solo yang menjalani perawatan karena sakit di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Mekah Arab Saudi, hingga Minggu, ada sembilan orang. Sembilan jamaah sakit itu, terdiri dari kloter 3 ada dua orang, kloter 7, kloter 8, kloter 9, kloter 10, kloter 29 satu orang dan kloter 11 dua orang.
Sedangkan, jamaah calon haji yang masih sakit dan dirujuk di rumah sakit di Tanah Air, ada tujuh orang yakni lima orang dirawat di RS TNI AU Karanganyar dan dua lainnya di RSUD Dr. Moewardi Solo.
"PPIH Embarkasi Solo turut berduka cita atas wafatnya jamaah asal Plarangan Kabupaten Kebumen yang diberangkatkan melalui Embarkasi Solo itu, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan amin," kata Sarip.
PPIH mengimbau kepada jamaah haji Embarkasi Solo, untuk selalu memakai alas kaki, jangan menunggu haus untuk minum, perhatikan kesehatan diri sendiri, makan tepat waktu, istirahat yang cukup, dan tetap memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan.
"Kami imbau calon haji yang masih di rumah yang akan berangkat ke Embarkasi Solo agar banyak istirahat dan jaga kesehatan semaksimal mungkin dan lakukan konsultasi kesehatan sebagai tindakan antisipasi," katanya.
Baca Juga: Innalillahi! Enam Calon Haji Indonesia Dilaporkan Meninggal Dunia Di Mekkah
PPIH Embarkasi Solo hingga pemberangkatan calon haji kloter 33 sebanyak 360 orang, sehingga total yang sudah diterbangkan ke Tanah Suci, sebanyak 11.835 orang dari total kuota penyelenggaraan tahun ini 15.477 orang terbagi 43 kloter.
"Kami baru saja melepas calon haji asal Pekalongan dan Batang tergabung kloter 33 sebanyak 360 orang. Calon haji kloter 33 ini, diberangkatkan melalui Bandara Adi Soemarmo di Boyolali, Minggu, pukul 11.55 WIB," katanya.
Jamaah Embarkasi Solo yang sudah tiba di Tanah Suci, hingga kloter 32 sebanyak 11.475 orang dan yang baru masuk Asrama Haji Donohudan Boyolali, kloter 34 asal Batang dan Boyolali sebanyak 360 orang. Kloter 34 ini, rencana diterbangkan ke Tanah Suci, pada Senin (27/6), pukul 04.40 WIB.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Cuan di Balik Cerobong Asap: Bagaimana Program MBG Menghidupkan Kembali Bengkel Las Tua di Sukoharjo
-
MBG Buat Pesanan Kios Buah Kecil Meluap, Kini Rekrut Pegawai dan Pekerja Lepas
-
7 Rekomendasi Sego Sambel Solo dan Sukoharjo untuk Kuliner Akhir Pekan
-
Berkat Sekolah Rakyat, Remaja Putri Ini Hidupkan Lagi Impian untuk Bekerja di Pertambangan
-
Jembatan Era Kolonial di Desa Kranggan Direvitalisasi, Buka Akses Vital Warga Hingga ke Yogyakarta