SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bertemu dengan Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Solo FX Hadi Rudyatmo di Rumah Dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung, Jumat (13/5/2022).
Sebelum menggelar pertemuan, keduanya bersama anggota Fraksi PDI Perjuangan Solo dan pengurus DPC PDI Perjuangan Solo gowes atau bersepeda keliling Kota Solo.
Untuk rutenya itu mulai dari kediaman Pak Rudy di Pucangsawit. Tadi sempat bagi-bagi beras juga di Jagalan dan beberapa titik banjir, Pasar Klewer terus Loji Gandrung.
Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan jika sepedaan ini mengajak wali kota untuk dimulainya lagi kegiatan mider praja setiap hari Jumat.
"Ini mengajak Mas Wali untuk mider praja. Ini harus diaktifkan lagi," ujar dia saat ditemui, Jumat (13/5/2022).
Selain itu, gowes bersama ini juga sebagai ajang konsolidasi partai untuk persiapan Pemilu 2024 nanti.
"Iya, ini konsolidasi untuk partai juga. Ini sekaligus, saya, fraksi, dan pengurus partai mewakili kader halal bi halal sekalian," kata mantan Wali Kota Solo ini.
Pada Pemilu 2024 buat Solo untuk target daerah pilihan (dapil) bisa tambah satu-satu, jadi menguntungkan rakyat. Minimal mempertahankan suara, dan mendapatkan 30 kursi.
"Kalau target per dapil bisa tambah satu-satu. Jadi kan bisa menguntungkan rakyat," sambungnya.
Baca Juga: Wah! Biaya Pajak Plat Nomor 'Ethes' Mobil Mewah Gibran Setara Harga Satu Sepeda Motor
Terkait Pilkada Jateng, nanti kan ada proses penjaringan. Permintaan DPD itu, minta supaya yang lama bisa mempertahankan dan menambah suara.
Dalam gowes bersama tadi, Gibran dan Rudy melewati sejumlah tempat yang kemarin tergenang air dan kebanjiran serta talud ambrol.
Tadi juga lewat ke Pasar Klewer, pihaknya akan bertindak tegas pedagang bermobil yang masih nekat berjualan. Ini agar pedagang Pasar Klewer tidak teriak-teriak lagi.
"Tadi cuma bersepeda, ini untuk mengawali mider praja saja. Kita akan aktifkan lagi, kan sudah lama libur," terang dia.
Diakuinya, tadi juga sempat mengelar pertemuan dengan membahas berbagai hal sala satunya soal politik.
Ada masukan-masukan yang diberikan Rudy kepada Gibran. Hanya saja putra sulung Presiden Jokowi enggan membeberkan lebih jelas.
"Banyak masukan-masukan yang diberikan tadi, seperti drainase yang sudah ditutup hingga dijadikan tempat sampah. Itu nanti kita perbaikan dan dipertegas lagi di Perda," ungkapnya.
Gibran mengatakan, memang beberapa titik drainase sudah pernah diperbaiki. Namun, pihaknya belajar dari kejadian kemarin yang banjir.
"Kita belajar dari kejadian kemarin, kita tidak saling menyalahkan. Biar kedepan lebih baik lagi," imbuh dia.
Gibran menambahkan, untuk kegiatan mider praja mungkin minggu depan dimulai lagi. Tidaknya dengan anggota DPRD saja tapi juga semua OPD.
"Minggu depan lah kita mulai lagi. Pokoknya semua ikut gitu saja," tandasnya.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Jejak Mentereng Kasatgas Pangan Brigjen Ade Safri, Ungkap 4 Kasus Besar Sepanjang Februari
-
Jadwal Waktu Buka Puasa 27 Februari 2026 dI Kota Solo, Lengkap dengan Bacaan Doa
-
Ini Respons Jokowi Soal Gugatan Melarang Keluarga Presiden-Wapres Maju Pilpres
-
Safari Ramadan ke Ponpes Abuya Muhtadi, Kaesang Pangarep Bawa Salam Jokowi dari Solo
-
7 Fakta Viral Ayah Aniaya Anak di Sragen, Alasannya Bikin Publik Marah!