SuaraSurakarta.id - Venue cabang olahraga (cabor) renang ASEAN Para Games (APG) di Kabupaten Karanganyar belum siap dan masih berupa tanah.
Hal itu diketahui setelah ASEAN Para Sport Federation (APSF) meninjau persiapan penyelenggaraan APG selama beberapa hari.
Presiden APSF Mayjen Osoth Bhavilai menjelaskan, venue yang sampai saat ini membuatnya senam jantung adalah kolam renang.
"Memang informasi yang kami terima spesifikasi internasional, tapi kolam renang belum ada," kata Osoth kepada awak media, Senin (9/5/2022).
Meski demikian, Osoth menyebut jika panitia memberikan jaminan kolam renang siap digunakan pada pertengahan Juli nanti.
"Kami berharap, proyek kolam renang terjadi sesuai yang direncanakan, kualitas, spesifikasi, maupun waktunya," paparnya.
Osoth menambahkan, selain kolam renang, pihaknya juga menyoroti soal keberadaan akses toilet bagi para atlet.
Berdasarkan hasil peninjauan, diketahui ada toilet yang pintunya belum sesuai dengan kebutuhan atlet.
"Yang paling jadi pusat perhatian, karena ini pesta olahraga atlet disabilitas, yang jadi perhatian akses disabilitas terutama toilet. Lebar pintu masuk toilet minimal 80 sentimeter, tapi ada yang belum 80 sentimeter," tegas dia.
Baca Juga: Pakai Baju Renang Macan Tutul saat Nonton Coachella, BCL Diingatkan soal Aurat
Sementara itu, Wasekjen NPC Indonesia Rima Ferdianto tak menampik jika venue cabor renang masih dalam proses pembangunan.
"Kami terus berkomunikasi dengan Kementerian PUPR soal venue tersebut. Mereka komitmen pertengahan Juli sudah siap digunakan," kata Rima.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
2 Mobil Bekas Mewah di Bawah Rp60 Juta yang Tetap Gaya dan Mudah Dirawat
-
Rumah di Sukoharjo Tiba-tiba Roboh, Lansia Tewas Tertimpa Reruntuhan Bangunan
-
7 Fakta Kasus Penganiayaan Anggota Banser oleh Habib Bahar bin Smith
-
Banyak yang Keliru! Ini Hukum Mengganti Puasa Ramadan di Nisfu Syaban 2026
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis