"Tiba di lokasi benar telah ditemukan anak perempuan sudah meninggal. Ada bekas-bekas luka di tubuh korban," ujar dia.
Dengan sedikit pemeriksaan langsung ada di dalam rumah diamankan. Karena ditemukan bekas-bekas luka di tubuh korban.
"Setelah diamankan di Polsek Kartasura, dan diakui bahwa itu adalah pelaku. Yang diamankan sementara satu orang dengan inisial F, nanti akan ada pengembangan lebih lanjut," paparnya.
Mulyanta menambahkan, dugaan awal pelaku jengkel karena anak tersebut sering mencuri uang.
"Karena jengkel akhirnya dianiaya oleh kakak angkatnya dengan alat geblek kasur dan tali rafia. Barang bukti yang disita adalah alat geblek kasur dan tali rafia untuk ikat tangan, kasur dan potongan bambu," tutur dia.
Menurutnya, penganiayaan tersebut tidak hanya dilakukan satu kali tapi sudah beberapa bulan.
"Dugaan meninggal karena dibanting, kepala kena lantai. Korban juga sedikit muntah-muntah," pungkasnya.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Cuan di Balik Cerobong Asap: Bagaimana Program MBG Menghidupkan Kembali Bengkel Las Tua di Sukoharjo
-
MBG Buat Pesanan Kios Buah Kecil Meluap, Kini Rekrut Pegawai dan Pekerja Lepas
-
7 Rekomendasi Sego Sambel Solo dan Sukoharjo untuk Kuliner Akhir Pekan
-
Berkat Sekolah Rakyat, Remaja Putri Ini Hidupkan Lagi Impian untuk Bekerja di Pertambangan
-
Jembatan Era Kolonial di Desa Kranggan Direvitalisasi, Buka Akses Vital Warga Hingga ke Yogyakarta