Pada kusen pintu masjid terdapat tulisan angka 1837 dan 1325 H. Masa itu merupakan pemerintahan PB VII di Keraton Kasunanan. Kono, ceritanya Sinuhun PB IX sering melakukan salat jumat dan memberikan khutbah," jelas dia.
Sementara itu, ketua Takmir Masjid Jatisobo Adi Sarmoko mengatakan jika perbaikan dan penambahan terus dilakukan di sejumlah bangunan masjid.
Bahkan ada sedikit perubahan, khususnya di utara dan selatan tambahan. Sedangkan di dalam masih utuh.
"Dibangunan luar ditinggikan 30 cm, tembok dan tiang kayu diganti cor," ucapnya.
Dibangun juga menara untuk tempat pengeras suara atau toa pada 2017 lalu.
"Dulu di sini ada jam matahari di lokasi menara sekarang. Di depan masjid ada menara lampu 4 meter, lalu dibongkar, waktu saya kecil masih melihat," tandas dia.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Polemik Pembangunan GKJ Solo: Saat Aturan Negara Justru Menjadi Hambatan Beribadah
-
Gara-gara Dua Mahasiswa Ditangkap Polisi, Aksi Demo di Solo Sempat Memanas
-
Kritik Pedas Mahasiswa untuk Pemerintah: Muak dengan Kondisi Negara, Jengkel dengan Kebijakan!
-
Sentuhan Hangat Taruna AKPOL Angkatan 60: Berbagi Ceria dan Sembako di Panti Jompo Solo
-
Penuhi Nazar, Jamaah Haji Asal Kabupaten Semarang ini Jalan Kaki dari Asrama Haji Donohudan Boyolali