SuaraSurakarta.id - Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta, GKR Wandansari atau Gusti Moeng buka suara berkaitan pengangkatan KGPH Purbaya menjadi Kanjeng Gusti Adipati Anom Sudibyo Rajaputra Narendra atau putra mahkota.
Gusti Moeng menegaskan jika pengangkatan itu tidak sah secara adat, dan hanya secara pribadi SISKS Pakubuwono (PB) XIII.
"Secara adat tidak sah, karena tidak melakukan paugeran (aturan) adat Keraton Kasunanan atau trah Mataram," tegas Gusti Moeng, Senin (7/3/2022).
"Saya menyampaikan paugeran. Tentang posisi Sinuhun (PB XIII) di sini bukan sebagai pemilik Keraton. Beliau hanya dalam kata jawa yaitu Nglungsur Keprabon (menggantikan tahta dari Sinuhun sebelumnya," tambah dia.
Gusti Moeng menjelaskan jika bahwa pemilik keraton adalah komponen yang berada di Keraton Kasunanan Surakarta, mulai sentono dalem atau keluarga besar hingga para abdi dalemnya.
"Jadi ini milik dinasti, bukan milik pribadi Sinuhun. Namun kalau kemarin itu posisinya Sinuhun mengangkat purboyo jadi Adipati Anom, itu pribadinya, dan secara adat tidak sah," papar mantan anggota DPR RI dari Partai Demokrat itu
Dia menambahkan, LDA sudah menggelar pertemuan membahas hal yang terjadi di Keraton Solo, termasuk pengangkatan putra mahkota.
Seluruh trah Keraton Kasunanan Surakarta diminta membuat pernyataan sikap terkait pengangkatan permaisuri dan putra mahkota Keraton Solo.
"Keraton itu sudah ada landasan hukum sendiri, baik adat atau hukum nasional. Jadi jangan yang tak ada kepentingan melu-melu atau ikut bicara. Tapi saya percaya masyarakat kita sudah pintar," tegas Gusti Moeng.
Baca Juga: Kisah Tugu Pemandengan, Titik Nol Kota Solo yang Dulu Sebagai Titik Pandang Sinuhun
Kontributor : Budi Kusumo
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Gara-Gara Baliho Ulang Tahun Jokowi, Wali Kota Solo Diperingatkan Gerindra
-
Jokowi Siapkan Agenda Keliling Indonesia, Besok ke Lampung
-
Dapur SPPG Ketaon Boyolali Dibobol Maling, Kerugian Capai Rp21 Juta
-
Lebih dari Sekadar Lari: Soeharso Inclusive Run 2026 Rayakan Keberagaman dan Kesehatan
-
Sespri Presiden Prabowo, Rizky Irmansyah Tiba-tiba Temui Jokowi di Solo