SuaraSurakarta.id - Sebagian ternak sapi di Desa Kara, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, mati mendadak dengan mulut berbusa dalam beberapa hari terakhir.
Para peternak tidak tahu penyebabnya dan hanya menduga-duga. Menurut mereka, sapi-sapi itu mati karena virus ganas.
Marsudin, salah seorang peternak di Dusun Tenggih mengatakan kematian sapi berlangsung cepat dan gejalanya tidak terdeteksi.
“Kemarin ada tiga ekor sapi yang mati dan dikuburkan oleh warga. Ada juga yang sempat disembelih,” kata dia.
“Virus sapi ini sudah menyebar sejak beberapa hari terakhir. Sapi awalnya gemetar, lalu ambruk dan mati dengan mulut berbusa.”
Mereka berharap pemerintah segera turun tangan untuk mencari tahu penyebab kematian sapi.
Mereka berharap kepada pemerintah mencari solusi untuk mencegah kematian sapi semakin bertambah. [Beritajatim]
Tag
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Viral Peserta Pria Pakai Kebaya di Malam 1 Suro Pura Mangkunegaran Surakarta
-
Dua Residivis Curanmor Ditangkap Polresta Solo, Gasak Motor dan Ponsel Warga yang Tertidur
-
Viral Dugaan Pelecehan SPG Sami Luwes Solo, Polisi Kejar Pelaku Lewat Rekaman CCTV
-
Jokowi Respon Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa Oleh Polda Metro Jaya, Bakal Hadir di Persidangan
-
Bertahun-tahun Dikeluhkan, Jalan Rusak Parah di Sragen Akhirnya Diperbaiki hingga Rp38,2 Miliar