SuaraSurakarta.id - Sebagian ternak sapi di Desa Kara, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, mati mendadak dengan mulut berbusa dalam beberapa hari terakhir.
Para peternak tidak tahu penyebabnya dan hanya menduga-duga. Menurut mereka, sapi-sapi itu mati karena virus ganas.
Marsudin, salah seorang peternak di Dusun Tenggih mengatakan kematian sapi berlangsung cepat dan gejalanya tidak terdeteksi.
“Kemarin ada tiga ekor sapi yang mati dan dikuburkan oleh warga. Ada juga yang sempat disembelih,” kata dia.
Baca Juga: Warga Sendang Agung Lampung Tengah Resah, Ternak Sapi Dicuri Disisakan Kepala dan Tulang
“Virus sapi ini sudah menyebar sejak beberapa hari terakhir. Sapi awalnya gemetar, lalu ambruk dan mati dengan mulut berbusa.”
Mereka berharap pemerintah segera turun tangan untuk mencari tahu penyebab kematian sapi.
Mereka berharap kepada pemerintah mencari solusi untuk mencegah kematian sapi semakin bertambah. [Beritajatim]
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Cek Pos Pam Ops Ketupat Candi, Kapolresta Solo Pastikan Pengamanan Arus Balik Lancar
-
Sambangi Lokasi Banjir di Sambirejo, Wali Kota Solo Siapan Berbagai Penanganan
-
Terendam Banjir, Underpass Simpang Joglo Solo Ditutup Total
-
Sempat Tak Percaya, Ini Momen Bima Arya Kaget Ada Wisata Jokowi di Solo
-
25 Kepala Daerah Ikuti Retret Gelombang Kedua, Ini Kata Wamendagri