SuaraSurakarta.id - Sebagian ternak sapi di Desa Kara, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, mati mendadak dengan mulut berbusa dalam beberapa hari terakhir.
Para peternak tidak tahu penyebabnya dan hanya menduga-duga. Menurut mereka, sapi-sapi itu mati karena virus ganas.
Marsudin, salah seorang peternak di Dusun Tenggih mengatakan kematian sapi berlangsung cepat dan gejalanya tidak terdeteksi.
“Kemarin ada tiga ekor sapi yang mati dan dikuburkan oleh warga. Ada juga yang sempat disembelih,” kata dia.
“Virus sapi ini sudah menyebar sejak beberapa hari terakhir. Sapi awalnya gemetar, lalu ambruk dan mati dengan mulut berbusa.”
Mereka berharap pemerintah segera turun tangan untuk mencari tahu penyebab kematian sapi.
Mereka berharap kepada pemerintah mencari solusi untuk mencegah kematian sapi semakin bertambah. [Beritajatim]
Tag
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Lebaran Penuh Berkah: 5 Destinasi Wisata Religi di Solo yang Menyejukkan Hati
-
Ini 5 Wisata Malam Solo untuk Nikmati Lebaran Idul Fitri
-
10 Kuliner Khas Solo Raya yang Bisa Jadi Rujukan Pemudik Lebaran 2026
-
Idulfitri 2026 di Solo, Ini Panduan Lengkap Salat Id dan Tradisi Khas Kota Budaya
-
Kecelakaan Tragis Klaten, 5 Fakta Pemudik ASN Tewas Hanya 1 Km dari Rumah